Ida Mpu Dharma Nila Wreksa ‘’Lebar’’, ”Palebon” pada 29 September 2021

Konsep Otomatis
SEBELUM BERPULANG - Ida Mpu Dharma Nila Wreksa sebelum berpulang. Sedangkan palebon Ida Mpu dilaksanakan pada 29 September 2021. (DenPost.id/ist)

Kintamani, DenPost.id

Ida Mpu Dharma Nila Wreksa berpulang menuju sunia loka (meninggal dunia) pada Senin (6/9/2021) di Griya Gwasong, Desa Songan, Kintamani, Bangli. Sebelumnya Ida Mpu menjalani pemeriksaan di salah satu dokter spesialis di Bangli. Ida Mpu menderita sakit maag dan bronchitis sejak 26 Juli 2021.

Sejak diagnosa itu, Ida Mpu menjalani perawatan dengan pemeriksaan secara berkala dari kediaman di Pasraman/Griya Gwasong Songan di Banjar Yeh Panes,Desa Adat Songan.

Empat hari sebelum meninggal dunia, Ida Mpu berpesan kepada putra tertuanya, Jero Gede Suta, agar mempersiapkan segala sesuatunya. Dia bahkan seakan-akan tahu akan pulang ke sunia loka. “Kami berdua sempat ngobrol. Tiba-tiba beliau berkata segera pulang ke sunia loka, sehingga saya diminta untuk mempersiapkan segala sesuatunya,” kata Jero Gede Suta, Minggu (12/9/2021).

Berpulangnya Ida Mpu membuat pihaknya langsung mengadakan rapat dengan pengurus Pusat Warga Kayuselem pada 7 September 2021. Rapat tersebut guna membentuk Panitia Palebon Ida Mpu. Perlu diketahui Ida Mpu menjabat sebagai Manggala Utama (pimpinan utama) Warga Kayuselem, Gwasong Songan, yang didukung 700 dadia se-Bali.

Baca juga :  Ini Alasan Dua Anggota Dewan "Walkout" dari Rapat

Ida Mpu lahir di Songan pada 31 Desember 1941. Dia meninggalkan empat putra dan tiga putri. Menurut Jero Gede Suta didampingi Jero Kadek Sutastrawan, yang putra kedua almarhum, saat ini Ida Mpu memiliki 13 orang putu. Seperti diketahui Ida Mpu madeg sulinggih dengan melaksanakan upacara dwijati pada 13 Juli 2003 yang ditapak Ida Nabe Napak yaitu Ida Pedanda Gede Made Jelantik Karang dari Gria Karang, Karangasem.

Baca juga :  Awasi Siswa Berkeliaran, Disdikpora Bangli Kerahkan Satpol PP

Ketika Ida Mpu lebar, panglinsir Pasraman/Griya Gwasong Songan langsung nunas pemargi ke Ida Nabe Gede Made Jelantik Karang. Ida Nabe memberikan petunjuk bahwa palebon Ida Mpu dilaksanakan pada  29 September 2021. Sebelum itu, digelar upacara ngelelet (myiramang) pada 24 September 2021, dan narpana pada 25 September 2021. Sedangkan maligia dilaksanakan pada 11 Oktober 2021.

“Itu upacara inti yang dianugrakan Ida Nabe. Mengenai detail dudonan upacara, sedang disusun panitia palebon,” ungkap Jero Gede Suta yang juga salah satu pengurus pusat Warga Kayu Selem Gwasong. (kmb)

Baca juga :  Satu Keluarga di Abuan Karantina Mandiri

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini