Candrawati-Gus Teja Refleksikan Hubungan Manusia Bersama Lingkungan Lewat “Kidung Alam”

Candrawati-Gus Teja Refleksikan Hubungan Manusia Bersama Lingkungan Lewat
Putu Candrawati

“KIDUNG ALAM” menjadi karya baru yang melibatkan nama musisi tenar, Gus Teja, yang berduet bareng Putu Candrawati, yakni istri Wakil Kepala Polda Bali. Diwawancarai secara daring pada Senin (13/9/2021), pemilik nama lengkap Agus Teja Santosa itu mengaku senang bisa berkolaborasi bersama Candrawati. Kata Gus Teja, lagu itu awalnya lagu ciptaannya yang berjudul “Songs of Nature”.

“Suatu ketika beliau ingin buatkan lirik, dan diganti judulnya menjadi “Kidung Alam”. Kenapa saya iyakan, karena banyak konten beliau bertema alam, jadi saya kira lagu ini cukup cantik diisi lirik, dan liriknya menarik,” terangnya.

Baca juga :  Diskop UMKM Dorong Koperasi ”Go Digitalisasi”

Secara keseluruhan, baik video klip, lirik lagu dan penataan musik, Gus Teja mengaku puas. Itu karena “Songs of Nature” tidak kehilangan jati diri yakni sebuah karya yang mampu menggugah kecintaan tentang alam.

Kepada umum, lagu ini telah dikenalkan oleh Candrawati kepada awak media, pada Minggu (12/9) di Denpasar. Candrawati yang saat itu didampingi penata musik, Sila, menerangkan, “Kidung Alam” adalah refleksi betapa pentingnya manusia menjaga hubungan bersama lingkungan dan alam semesta.

“Di Bali kita mengenal Tri Hita Karana yang bermakna menjaga keterhubungan agar tetap harmonis. Nah, hubungan manusia dan alam ini menjadi salah satu yang penting dijaga,” tuturnya.

Baca juga :  Pembunuh Itu Dikenal  Nakal, Tak Menyesal Saat Diperiksa Polisi

Pesan moral juga ia selipkan dalam setiap lirik lagu dengan kalimat sederhana, sehingga Candrawati yakin bahwa pesan moral mudah dipahami pendengar. Menurutnya, kehadiran “Kidung Alam” ini juga sejalan dengan situasi alam Bali di balik gemerlap pariwisata. “Alam yang diam ini bisa menyampikan sesuatu, meski melalui kesunyian. Menghargai lingkungan adalah salah satu hal penting untuk menjaga diri,” ungkapnya.

Tentang proses penggarapan, Candrawati menyebut lagu ini lahir dengan instrumen anyar Gus Teja itu. Melalui komunikasi bersama penata musik Sila, Gus Teja mendukung Candrawati untuk memadukan instrumennya dengan lagu.

Baca juga :  PPKM Darurat, Akses Pantai di Sanur Ditutup Sementara

“Karya ini mulai digarap Juni. Lokasinya salah satunya di Danau Tamblingan,” tutur Candrawati. Sementara Sila menerangkan, lagu ini telah dirilis di kanal Youtube, dan sejak dua hari peluncuran telah menyentuh 2.000 penonton.

“Lagu ini juga akan didistribusikan ke platform digital lainnya, seperti Spotify dan lainnya. Mohon dukungannya,” pungkas Sila. (106)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini