Tanpa IPAL, 8 Usaha Ayam Potong Dibidik DLHK

picsart 09 13 01.18.58
DIBERI PERINGATAN – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Denpasar bersama Satgas memberi peringatan kepada pemilik usaha ayam potong di Pulau Alor Denpasar membuang limbah sembarangan ke sungai.

Lumintang, DENPOST.id

Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar membidik 8 usaha ayam potong yang membuang limbah sembarangan ke sungai di wilayah Denpasar Barat dan Denpasar Utara. Pasalnya, 8 usaha ayam potong tersebut tidak membuat Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
”Kami membidik usaha ayam potong tidak mengikuti aturan karena limbah bulu dan potongan usus dibuang ke sungai, sehingga membuat air berbau amis,’’ kata Kabid Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Denpasar, I.A Indi Kosala Dewi, Senin (13/9/2021).

Baca juga :  Diduga Selingkuh, Dua Security Bandara Digerebek di Vila

Menurut Kosala Dewi, usaha ayam potong sudah diberi pembinaan agar pemilik usaha membuat septic tank (penampungan limbah). Pasalnya, banyak keluhan masyarakat adanya usaha ayam potong tidak ada membuat pengolahan limbah. Limbah yang dihasilkan dibuang dan disalurkan melalui pipa ke sungai. Biasanya usaha ayam potong membuang kegiatan malam hari dan limbah yang dibuang tidak diketahui masyarakat. ”Kami sudah melakukan pembinaan kepada pemilik uaha ayam potong agar tidak membuang limbah ke sungai. Bila ditemukan lagi membuang limbah sembarangan maka penanganan dan penindakan diserahkan ke Satpol PP sebagai penegak perda,’’ ujar Kosala Dewi.

Baca juga :  Pembunuh Sri Widayu Dikejar ke Luar Bali

Kosala Dewi mengakui banyak merima pengaduan masyarakat terkait banyaknya pelanggaran yang dilakukan usaha ayam potong, sablon dan peternak babi membuang limbah ke sungai. Limbah yang dibuang tersebut bukan hanya menebar bau busuk, melainkan mencemari air sungai.

”Kami bersama OPD, perbekel/lurah dan kaling/kadus terus melakukan penertiban usaha sablon, usaha ayam potong, ternaik babi membuang limbah ke sungai. Banyak usaha berada di pemukiman penduduk padat mengontrak lahan dan bangunan semi permanen sehingga usaha tersebut tidak mengantongi izin dan tidak membuat IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah). Namun limbah yang dihasilkan baik limbah cair maupun organik dibuang ke sungai,’’ paparnya.

Baca juga :  Di Denpasar, Pendisiplinan Prokes Sasar Kantong Pendatang

Dia menegaskan, sesuai Perda Nomor 1 tahun 2015 pasal 12, dan ayat 3 tentang tertib membuang sampah dan limbah sembarangan. Sanksi denda kepada pemilik usaha maksimal Rp 50 juta. ”Kami tidak memberikan toleransi twrhadap usaha ayam potong, sablon maupun usaha potong babi membuang limbah ke sungai. Kalau ini terus dilakukan dapat merusak lingkungan,’’ tegasnya. (103)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini