Meski Normal, Pendakian Masih Berbahaya

Meski Normal, Pendakian Masih Berbahaya
KAWAH - Visual terakhir kawah dan anomali panas Gunung Agung.

Amlapura, DENPOST.id

Meski resmi berstatus normal level I, tak membuat pendakian ke Puncak Gunung Agung aman dilakukan. Di tengah hujan yang masih kerap terjadi di Gunung Agung, aktivitas pendakian masih dinyatakan bahaya. Sebab, ancaman luncuran material masih memungkinkan terjadi.

Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa, mengatakan, setelah berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Agung pihaknya masih menyatakan pendakian belum aman dilakukan. Khususnya di tengah musim hujan saat ini, ancaman banjir hujan membawa material lahar Gunung Agung masih sangat membahayakan. “Seperti batu-batu, sisa abu sangat bahaya bagi pendaki. Terlebih saat hujan terbawa aliran air hujan, ” ucapnya.

Baca juga :  Tertimpa Longsor Saat Gempa, Satu Warga Jatituhu Meninggal, 7 Terluka

Karenanya BPBD Karangasem hingga saat ini masih mengimbau masyarakat untuk sementara tak melakukan pendakian sampai situasi dinyatakan kembali aman. “Kami mengimbau, sebab kondisi masih berbahaya,” sambung Arimbawa.

Sementara itu, dalam rilis Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam penurunan status menjadi level normal ada beberapa rekomendasi dan evaluasi yang disampaikan. Di antaranya potensi bahaya primer berupa gas beracun di sekitar kawah masih membahayakan. Tak hanya itu pihaknya juga menyatakan bahaya sekunder dapat berupa aliran lahar hujan yang membawa material erupsi di lereng kawah Gunung Agung. Pihaknya mengimbau agar aktivitas di seputar kawah Gunung Agung dibatasi. (yun)

Baca juga :  Sehari, Karangasem Catat 10 Kasus Baru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini