Palinggih dan Tembok Penyengker Ambrol, Sanggah Janda Tua Ditopang Kayu

picsart 09 13 06.15.24
DITOPANG KAYU - Palinggih milik Ni Nyoman Simpen, warga Br. Buayang ditopang kayu agar tidak roboh, Senin (13/9/2021)

Semarapura, DENPOST.id

Hujan deras yang mengguyur wilayah Klungkung sejak beberapa hari terakhir, tidak hanya menyebabkan banjir di Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, namun sejumlah rumah warga juga dilaporkan mengalami kerusakan.

Seperti di Dusun Buayang, Desa Gunaksa, palinggih dan tembok penyengker milik Ni Nengah Simpen (60) ambrol. Bahkan untuk mengantisipasi kerusakan tak semakin meluas, bangunan palinggih yang lainnya terpaksa harus ditopang dengan kayu.

Baca juga :  Ngaku Disekap, Ternyata Perumal Rukesh Tak Mampu Bayar Sewa Vila

Ditemui di rumahnya, Senin (13/9/2021), Ni Nengah Simpen terlihat membersihkan puing-puing bangunan di area sanggahnya. Diapun hanya bisa pasrah melihat pondasi, tembok dan bangunan palinggihnya ambrol, setelah diterjang hujan deras, Sabtu sekitar pukul 21.00 Wita.

Apalagi Simpen hanya tinggal sendiri di rumah pascaditinggal meninggal suaminya. Sedangkan ketiga anak perempuannya sudah menikah semua.

“Kejadiannya jam 9 malam. Saat itu hujan deras, tiba-tiba ada suara keras sekali seperti gemuruh sehingga saya kaget,” ungkap Simpen.

Baca juga :  Bolehkah Berhubungan Seks Usai Vaksin? Kadiskes Jawab Ini

Menurut Simpen, awalnya dia tidak curiga suara gemuruh tersebut berasal dari tembok penyengker sanggahnya yang ambrol. Karena saat itu dia sedang asyik bermain dengan cucunya di dalam rumah. Tapi setelah dicek keluar, ternyata sebuah palinggih, serta tembok penyengker sanggahnya sudah roboh.

Sementara Kepala Pelaksana BPBD Klungkung, I Putu Widiada mengatakan pihaknya sudah melaporkan kejadian tersebut kepada Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta.

Saat ini sedang diupayakan agar Ni Nengah Simpen memperoleh bantuan untuk merenovasi bangunannya. Apalagi, Nengah Simpen selama ini tercatat sebagai warga kurang mampu. Kalaupun tidak ada anggaran, Widiada memastikan pihaknya siap membantu dengan cara gotong royong.

Baca juga :  Kasus Positif Menurun, RSUD Klungkung Hanya Rawat Empat Pasien Covid-19

“Nanti kalau tidak ada anggaran, kami di BPBD akan gotong royong bantu pasang tembok penyengkernya,” ujarnya. (119)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini