Rampungkan Berkas Perkara Perusakan Toko, Polisi Periksa Saksi Ahli

Rampungkan Berkas Perkara Perusakan Toko, Polisi Periksa Saksi Ahli
SEGEL TOKO - Sejumlah pria mendatangi Toko Mayang Bali Art di Legian, Kuta, diduga untuk menyegel dan merampas toko itu pada 7 Mei 2019. (DenPost.id/ist)

Padangsambian, DenPost.id

Seakan kebal hukum, walau ditetapkan menjadi tersangka sejak tahun 2019, empat pengacara yang diduga terlibat kasus perusakan Toko Mayang Bali Art Market di Legian, Kuta, belum juga bisa disidangkan di pengadilan. Hal itu karena penyidik Satuan Reserse Kriminal Polresta Denpasar masih merampungkan berkas perkara mereka sebelum dilimpahkan ke kejaksaan.

Kasubag Humas Polresta Denpasar Iptu Ketut Sukadi, Senin (13/9/2021), mengatakan penyidik masih memeriksa saksi-saksi untuk merampungkan berkas perkara keempat tersangka. “Masih dalam proses pemeriksaan atau memintai keterangan saksi ahli. Berkasnya belum rampung,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, berkas empat pengacara yang menyandang status tersangka kasus perusakan toko sejak tahun 2019 hingga kini ternyata masih ditangani polisi. Penyidik Satuan Reskrim Polresta Denpasar sempat mengirim berkasnya ke Kejari Denpasar, namun dikembalikan karena belum lengkap alias P-19.

Keempat pengacara tersebut yakniM. Rifan, S.H., M.H., CLA, H. Daniar Trisasongko, S.H., M.Hum., M. Ali Sadikin, S.H., dan Bobby, S.H. Mereka awalnya ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus dugaan perusakan dan perampasan Toko Mayang Bali Art Market di Legian, pada 7 Mei 2019. Kasusnya berawal tahun 2017 lalu, ketika pemilik Toko Mayang Bali Art Market, Sony, dikenalkan oleh dua orang temannya yaitu Rudy dan Andre ke Feric Setiawan. Selanjutnya mereka transaksi pinjam-meminjam uang dengan jaminan sertifikat tanah dan bangunan senilai Rp 25 miliar. Namun Feric dikabarkan baru mentransfer uang ke rekening atas nama Sony senilai Rp 19 miliar.

Baca juga :  Belasan Hotel di Nusa Dua Terapkan Aplikasi PeduliLindungi

 

Sata itu Sony mengatakan bahwa mereka memang ada kesepakatan yang ditandatangani dengan jaminan sertifikat tanah. Tapi Feric baru diberikan dana ke Sony senilai Rp 19 miliar. ‘’Masih ada sisa Rp 6 miliar. Kalau Pak Feric melunasi sisanya, saya siap mengosongkan tempat (toko) ini. Tapi belum dilunasi, kok mau ngosongin tempat saya. Jelas saya keberatanlah. Atau mari kita sama-sama duduk bicarakan solusinya. Saya siap supaya kami sama-sama enak,” ungkap Sony pascakasus penutupan Toko Mayang Bali Art.

Baca juga :  Taman Ayun Akhirnya Ditutup untuk Wisatawan

Pada Selasa (7 Mei 2019) pukul 14.00, sekitar 30 pria bersama oknum pengacara datang ke Toko Mayang Bali mengusir para pegawai yang bekerja. Mereka juga menggembok pintu toko. Sebagian orang masuk menemui Sony, sedangkan yang lain menunggu di luar. Sekelompok orang itu mengaku disuruh Feric Setiawan yang minta untuk mengosongkan tempat lantaran toko akan diambil alih. Saat diminta menunjukan surat kuasa, perwakilan itu tidak dapat memperlihatkannya. (yan)

Baca juga :  Kasus Covid-19 Melandai di Badung

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini