BPD Bali Buka Galeri Lukisan, Dokter Bagus Tampil Perdana

Konsep Otomatis
SERAHKAN BINGKISAN - Dirut BPD Bali Nyoman Sudharma menyerahkan bingkisan kepada Dirut RS Puri Raharja dr.Bagus Darmayasa yang pameran perdana di lobi Kantor Pusat BPD Bali, Senin (13/9/2021). (DenPost.id/ist)

Sumerta, DenPost.id

Merujuk pameran virtual yang digelar pada Juni 2021 lalu bersama Dekranasda Provinsi Bali, BPD Bali terinspirasi menampilkan karya-karya perupa Bali di Kantor Pusat BPD Bali di Sumerta (dikenal Renon), Denpasar.

Untuk itu, BPD Bali meresmikan Galeri Lukisan Perupa Binaan BPD di lobi Kantor Pusat BPD Bali itu pada Senin (13/9/2021) oleh Direktur Utama (Dirut) Nyoman Sudharma. Acara juga disaksikan jajaran komisaris beserta unsur Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali.

“Pada pameran virtual 2021 Juni lalu, dalam sebulan, transaksi mencapai Rp 257 juta. Melihat hal itu, beberapa pelukis berhatap agar BPD Bali juga menggelar pameran,” ungkap Sudharma, dalam pidatonya.

Transaksi juga diharapkan terjadi melalui galeri ini, sehingga BPD Bali ikut mendukung pertumbuhan ekonomi Bali melalui sektor ekonomi kreatif. Menurut Sudharma, seni rupa merupakan salah satu ekonomi kreatif yang potensial dikembangkan di Pulau Dewata.

Baca juga :  Sekda Akui Kantongi Identitas Warga yang Kontak Erat Dengan Pasien Covid-19

Selain itu, fasilitas ini diharapkan memberi semangat bagi para perupa Bali agar tetap berkarya di tengah pandemi covid-19. Momentum ini juga menjadi media implementasi transaksi non-tunai, sebab pembayarannya dilakukan dengan QRIS.

“Ini sejalan dengan SE Gubernur Bali Nomor 3355, dan kampanye cashless oleh Bank Indonesia (BI),” beber Sudharma.

Pada pembukaan galeri ini, Direktur Utama RS Puri Raharja dr. Gede Bagus Darmayasa menjadi pelukis perdana yang tampil di Kantor Pusat BPD Bali.

Baca juga :  BPBD Bali Imbau Masyarakat Waspada Ini

Pameran yang bertemakan para pimpinan eksekutif dan legislatif di Provinsi Bali ini menampilkan puluhan karya. Seniman asal Klungkung itu mengetengahkan karya mulai dari Gubenur Bali Wayan Koster hingga Proklomator Kemerdekaan RI Ir.Soekarno.

Untuk menuntaskan satu karya, dr. Bagus mengaku membutuhkan waktu sepekan. Kendati memerlukan waktu dan bahan, dia enggan mematok harga untuk karyanya. Dia menyebut, bagi yang berminat, dapat transaksi melalui QRIS.

Baca juga :  Minggu, 52 Warga di Bali Terpapar Corona

Tiang tidak pernah menaruh tarif. Tiang kan hanya pertama melampiaskan hobi, bukan mencari popularitas,” tegas dr.Bagus.

Sebagai seniman, dia senang dan mengapresiasi hadirnya ruang kreatif di Kantor Pusat BPD Bali ini.

Pada kesempatan itu Dirut BPD Bali Nyoman Sudharma membeli sepasang lukisan Soekarno- Hatta. Dia kemudian membayar melalui aplikasi QRIS. (wir)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini