Pelanggaran Kembali Meningkat, Tim Yustisi Minta Warga Sadar Prokes

picsart 09 14 03.11.20
TANPA MASKER – Salah seorang warga tanpa masker tejaring razia prokes dan PPKM Level 3 di Jl. Pulau Batanda Denpasar, Selasa (14/9/2021).

Dauh Puri Kauh, DENPOST.id

Pelanggaranan protokol kesehatan (prokes) yang dilakukan warga di jalan kembali meningkat. Ini terlihat saat razia Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 di Jl. Pulau Batanta Denpasar, Selasa (14/9/2021).
”Masyarakat saat bepergian mengabaikan prokes dengan alasan habis makan lupa dan jenuh memakai masker terlalu lama. Kami terpaksa tegas. Meskipun Satpol PP dihujat oleh masyarakat saat penertiban, tapi ini tujuannya untuk kebaikan bersama untuk menekan penyebaran Covid-19,’’ tegas Kasatpol PP Kota Denpasar, I Dewa Gede Anom Sayoga, di sela-sela razia.

Diungkapkannya, pelanggar prokes yang terjaring razia di Jl. Imam Bonjol pada Senin (13/9) lalu sebanyak 17 orang, 3 orang di antaranya didenda karena tanpa masker dan 14 diberi teguran. Sedangkan dalam sidak PPKM Level 3 di Jl. Pulau Batanta kali ini menjaring 35 orang, yakni 12 tanpa masker dan langsung didenda serta 23 orang salah memakai masker. ”Kami tidak pernah berhenti dan selalu mengingatkan masyarakat agar sadar mematuhi prokes. Apalagi jumlah yang didenda naik dari sebelumnya. Banyak masyarakat yang masih lalai mematuhi prokes,’’ ujar Anom Sayoga.

Baca juga :  Terapkan Prokes, Walikota Cup XI Cabang Catur Digelar Dua Tahap

Anom Sayoga menyatakan, pihaknya bersama Dishub, TNI dan Polri tidak mengendurkan sidak prokes meskipun PPKM Level 4 turun menjadi PPKM Level 3. Razia prokes ini terus digencarkan dari pagi, siang sampai malam guna mendisiplinkan masyarakat agar patuh dan taat prokes. “Varian baru delta jangan dianggap sebelah mata dan masyarakat tetap harus waspada tanpa mengabaikan prokes. Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat disiplin prokes agar penyebaran dan penularan virus corona dapat ditekan,’’ imbuhnya.

Anom Sayoga menekankan, cara agar masyarakat tidak terpapar virus corona adalah harus mematuhi prokes 6 M yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjaga imun, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas. ”Pencegahan penularan virus corona tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja. Masyarakat menjadi benteng utama memutus mata rantai penyebaran virus corona. Jika benteng pertahanan di bawah jebol maka pandemi virus corona lama hilang,’’ pungkasnya.

Baca juga :  Positif Nambah 107, Sembuh 139, Meninggal 9

Covid-19 memang tidak bisa lagi disepelekan. Risiko terburuk abai terhadap virus corona adalah kematian. Seperti dialami keluarga salah seorang warga Denpasar, I Wayan Tantra. Senin (13/9/2021) salah seorang kerabat dekatnya meninggal akibat Covid-19. Karena terpapar Covid-19, proses penguburan jenazah dilakukan sesuai protokol kesehatan. “Kami sangat sedih, tidak boleh ada yang mendekat saat penguburan. Hanya petugas dari Satgas Covid-19 yang melakukan prosesi penguburan. Bahkan keluarga inti diharuskan isolasi. Ini benar-benar membuat kami semakin berduka,” terangnya, Selasa siang.

Baca juga :  Agung Aryawan: Perwali PKM Perlu Dievaluasi Menyeluruh

Tantra pun meminta agar masyarakat tidak mengabaikan prokes dan selalu waspada. “Saya juga sudah pernah terpapar, tapi bersyukur kondisi fisik saya bagus, jadi saya bisa melawan virus ini. Saya harap warga yang lain juga patuh dan disiplin menerapkan prokes,” sarannya. (103/suryaningsih)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini