Tim Yustisi Denpasar Bubarkan Warga di Areal Gedung DNA

Tim Yustisi Denpasar Bubarkan Warga di Areal Gedung DNA
DIBUBARKAN - Tim Yustisi Kota Denpasar membubarkan sekaligus membina belasan pengunjung areal Gedung Dharma Negara Alaya (DNA) Denpasar karena melanggar jam operasional PPKM level 3, Selasa (14/9).

Lumintang, DenPost

Tim Yustisi Kota Denpasar menindak tegas sekaligus membubarkan puluhan warga yang melakukan aktivitas sambil duduk santai di areal Gedung Dharma Negara Alaya (DNA) Denpasar. Mereka melanggar pembatasan jam operasional Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3, Selasa (14/9) pukul 22.00.

”Jangan sampai penurunan status PPKM Level 4 menjadi PPKM Level 3 diartikan sudah bebas melakukan aktivitas sampai malam dan tanpa masker. Namun kebijakan Satgas Covid-19 menurunkan status PPKM di Kota Denpasar dan Bali umumnya karena melihat tren penuruan positif Covid-19 mulai menurun,’’ kata Kasatpol PP Kota Denpasar yang juga Ketua Tim Yustisi Denpasar, I Dewa Gede Anom Sayoga, Rabu (15/9/2021).

Anom Sayoga menyatakan, pihaknya bersama tim membubarkan pengunjung yang duduk santai di areal gedung DNA sampai larut malam. Karena masyarakat hanya diperbolehkan melakukan aktivitas sampai pukul 21.00.  Lebih dari pukul 21.00 akan dibubarkan dan dibina agar tidak mengulangi lagi keluar sampai larut malam.

Pendisiplinan protokol kesehatan (prokes) terhadap warga gencar dilakukan dari pagi hingga malam hari. Hal ini untuk mencegah dan memutus mata rantai penularan virus corona di Kota Denpasar. Semua fasilitas umum (fasum), seperti Lapangan Lumintang, Taman Kota, Lapangan Puputan Badung, areal gedung DNA dan areal publik lain masih ditutup untuk umum selama PPKM Level 3 berlangsung untuk menghindari kerumuanan dan mencegah klaster virus varian baru di Denpasar.

Baca juga :  Deteksi Penumpang Viking Sun, RSBM Gunakan Alat Ini

Kenyataannya, masih banyak warga khususnya pemuda membandel melakukan aktivitas dan duduk-duduk sampai malam di areal gedung DNA. Padahal semua kegiatan maupun usaha diperbolehkan buka sampai pukul 21.00, namun ada sejumlah angkringan, kedai kopi dan warung makan buka sampai pukul 22.00.  ”Kami sudah meningatkan warga lewat sosialisasi keliling agar tidak melakukan aktivitas lewat jam operasional PPKM. Tapi berbagai alasan disampaikan warga keluar malam untuk refresing dan menghilangkan rasa jenuh serta bosan tinggal di rumah terus memakai masker hampir 1,6 bulan,’’ ucap Anom Sayoga.

Baca juga :  Rangkaian HUT PDIP Diagendakan Kompetisi Berkearifan Lokal

Dia mengajak seluruh elemen masyarakat dan pengusaha mematuhi prokes untuk menjaga kesehatan diri sendiri dan orang lain. Kalau prokes diterapkan dengan disiplin dan taat maka penularan virus corona dapat dicegah dan ditangkal. Mari bersama-sama meningkatkan disiplin dengan menerapkan 5 M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, mengurangi mobilitas) sehingga tumbuh kesadaran masyarakat tidak menjadi penular atau tertular virus corona.

”Kalau masyarakat disiplin dan taat mengikuti aturan yang ada, niscaya virus corona cepat hilang. Begitu juga sebaliknya, bila masyarakat mengabaikan prokes dapat membahaykan diri sendiri, keluarga maupun tetangga,’’ ujarnya.

Selain membubarkan kerumunan pemuda di area gedung DNA, lanjut Anom Sayoga, Tim Aman Nusa Induk Satpol PP Kota Denpasar bersama Dishub Polresta dan Kodim 1611 Badung melakukan sidak keliling menelusuri Jl. Gunung Sanghyang, Jl. Gunung Tangkuban Perahu, Jl. Buana Raya, Jl. Gunung Lempuyang,  Jl. Gunung Rinjani, Jl. Batukaru, Jl. Imam Bonjol, Jl. Thamrin, Jl. Wahidin, Jl. Cokroaminoto, Taman Kota Lumintang, Jl. A. Yani, Jl. Gatot Subroto dan kembali ke Polresta Denpasar.

Baca juga :  Empat Pria Keroyok Pemotor di Pemogan

Dari sidak ini masyarakat dan pedagang diimbau tidak buka melewati jam operasional PPKM dan tetap disiplin mematuhi prokes. Bila ada pemilik angkringan, kedai kopi, warung makan dan toko modern melanggar jam operasional PPKM langsung ditutup dan pemiliknya dibina.  ”Kami bersama tim terus mengajak masyarakat dan pengusaha menutup usaha pukul 21.00. Kalau ada membandel buka melawati batas waktu yang telah ditentukan diberi peringatan dan tempat usaha ditutup,’’ tegas Anom Sayoga. (103)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini