Mantan Wakil Ketua DPRD Buleleng Jadi Saksi, Ini Kasusnya

Konsep Otomatis

Singaraja, Denpost

Yang lazim terjadi adalah kasus pencurian sepeda motor atau mobil. Nah, kali ini ada kasus pencurian Wheel Loader yang sedang dalam persidangan di Pengadilan Negeri Singaraja. Menariknya lagi, mantan Wakil Ketua DPRD Buleleng, Made Adi Purnawijaya menjadi saksi dalam persidangan Rabu (15/9) di ruang Cakra Pengadilan Negeri Singaraja.

Dikonfirmasi usai persidangan, politisi Partai Demokrat ini memenuhi panggilan sebagai saksi korban yang nota bene pemilik loader yang dicuri. “Loader itu dijaminkan secara baik-baik oleh pemiliknya sebagai jaminan atas utang-piutang pengambilan bahan proyek. Nah, loader itulah yang diambil paksa sampai menggunakan kunci palsu dan itu kita laporkan ke polisi,” ungkapnya.

Baca juga :  Pascadamai, Dandim 1609/Buleleng Cabut Laporan

Menurut politisi yang kini sebagai kontraktor ini menambahkan, sidang ini adalah yang kedua dengan menghadirkan empat saksi termasuk dirinya. Senin (13/9) lalu adalah sidang perdana dengan menghadirkan lima orang saksi.

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri Buleleng menetapkan tiga tersangka dalam kasus pencurian loader ini. Salah satunya adalah Gede Anggas yang dikenal sebagai penggiat LSM di Buleleng.

Anggas mengaku, kasus pencurian loader atau alat berat itu hanya menjalankan tugas dan perintah dari perusahaan finance di Surabaya yang tengah mencari loader atau alat berat yang masih dalam tunggakan atau bermasalah berkaitan dengan kredit.

Baca juga :  Buleleng Siapkan Asrama Mahasiswa Undiksha Sebagai Pusat Isolasi OTG

Dikatakannya, PT Batavia sebagai perusahaan yang bergerak pada pembiayaan kredit menghubunginya untuk melacak keberadaan loader atau alat berat yang tengah berada di Bali Utara.

Saat pencarian dilakukan, Wheel Loader ZW 120 G akhirnya ditemukan, hingga selanjutnya bersama dua petugas finance, Anggas melakukan eksekusi terhadap alat berat tersebut dan akan dibawa ke Surabaya melalui Pelabuhan Gilimanuk.

Kasus inilah kemudian dilaporkan melakukan aksi pencurian, hanya saja oleh polisi tidak dilakukan penahanan dan setelah dilimpahkan, Kejaksaan Negeri Buleleng akhirnya menahan ketiga terduga pelaku bersama barang bukti satu unit alat berat yang masih dititipkan di Mapolsek Pelabuhan Laut Celukan Bawang. Dalam penanganan kasus itu, ketiga pelaku dijerat dengan Pasal 363 ayat (2) yakni kasus pencurian dengan pemberatan dengan ancaman paling lama 9 tahun.(118)

Baca juga :  Covid-19, Lima Pasien Sembuh di Buleleng

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini