Vaksinasi Berlangsung Sampai Tengah Malam, Polres Bangli Layani 2.000 Orang Sehari

Vaksinasi Berlangsung Sampai Tengah Malam, Polres Bangli Layani 2.000 Orang Sehari
VAKSINASI - Suasana pelaksanaan vaksinasi yang digelar Polres Bangli. DENPOST.id/ist

BELUM melandainya angka kasus positif Covid-19, membuat berbagai upaya pencegahan penularan virus korona terus dilakukan. Selain pendisiplinan penerapan protokol kesehatan (prokes), jangkauan vaksinasi di sejumlah wilayah juga ditingkatkan. Vaksin Presisi Polres Bangli misalnya. Tidak hanya dipusatkan di Mapolres Bangli, gerai vaksin presisi ini juga digelar hingga ke desa-desa. Ini dilakukan mengingat masih banyak warga di desa-desa yang tercecer belum terlayani vaksinasi. Seperti pelaksanaan gerai vaksin di Desa Kayubihi. Di wilayah ini, jumlah capaian vaksinasi bahkan bisa dikatakan memecahkan rekor yakni sebanyak 2.000 orang dalam sehari.

“Untuk mendukung percepatan penuntasan pelaksanaan vaksinasi di Kabupaten Bangli, kami dari Polres Bangli kembali dan terus melaksanakan gerai vaksin presisi guna menyasar atau melayani mereka (warga) yang tercecer, yang belum mendapatkan vaksin sebelumnya,” jelas Kapolres Bangli, AKBP. I Gusti Dhana Aryawan, Kamis (16/9/2021).

Dikatakan Dhana, biasanya dalam sehari capaian vaksinasi yang digelar Polres Bangli hanya mampu melayani 600 sampai 700 orang. Namun, rupanya antusias warga Kayubihi sangat tinggi. Demi melayani warga yang belum mendapat vaksin, tim vaksinator Polres Bangli rela begadang hingga tengah malam. “Di Desa Kayubihi kami layani dua banjar yakni Banjar Kayang dan Banjar Kayubihi. Dari capaian 2.000 dalam sehari itu, kami mengerjakannya sampai pukul 00.00 tengah malam. Kami menerjunkan dua tim untuk menyelesaikan vaksinasi di dua banjar itu,” jelasnya.

Baca juga :  Isolasi Terpadu, Makanan Pasien Korona Ditanggung Sendiri

Secara rinci disampaikan, dalam satu tim terdiri dari 14 personel untuk tenaga screening, penyuntik, operator dan dibantu tenaga lainnya. Dari dua tim yang dikerahkan itu, satu tim murni dari Polres Bangli dan satu tim lainnya gabungan dari unsur Bhayangkari, ada juga guru sebagai operator dan nakes lainnya.

“Dengan kata lain, satu tim bisa melayani 1.000 orang. Kalau dihitung, dalam satu tim ada dua tukang suntik. Maka satu tukang suntik mampu melayani hingga 500 orang yang divaksinasi dalam sehari. Itu pencapaian yang sangat tinggi. Karena biasanya yang bikin lama adalah input data dan print hasil. Rekor 2.000 dalam sehari tersebut sejatinya juga telah dibatasi. Sebab, kalau dilayani terus, dari sisi waktunya kita tidak bisa tercapai,” bebernya.

Baca juga :  Ratusan Siswa SMPN 3 Negara Divaksin Covid-19

Selain itu, lanjut Kapolres Bangli, tingginya capaian tersebut lantaran dalam pelaksanaan gerai vaksin presisi tersebut pihaknya melayani semua dosis. “Dosis satu kita layani, dosis dua juga kita layani. Selain itu, untuk jenis vaksinnya kita juga melayani vaksin astrazeneca dan sinovac, termasuk disabilitas dan lansia kita layani juga,” ungkapnya.

Tidak akan berhenti hanya di Kayubihi, Dhana juga menyebutkan pelaksanaan vaksinasi akan terus dilakukan agar seluruh target sasaran yang telah ditetapkan pemerintah hingga bulan Oktober 2021 tuntas divaksin. “Kalau berbicara capaian angka vaksin dosis I, kita sudah ada di angka 94 persen. Jadi masih ada 6 persen lagi warga Bangli yang tercecer belum divaksin. Sedangkan untuk vaksin II, baru mencapai sekitar 64 persen. Jadi masih ada sisa yang cukup banyak, dan ini masih menunggu jadwal. Tugas kita di Polres Bangli, selain mengikuti jadwal vaksin II, kita juga menyisir warga yang tercecer vaksin I yang lagi 6 persen tersebut. Ini kita target, bulan Oktober harus sudah tuntas baik dosis I maupun dosis II,” jelasnya.

Baca juga :  Pemkab Bangli Gelar Upacara Nangluk Merana, Ini Tujuannya

Dhana juga mewanti-wanti warga agar senantiasa mematuhi prokes 6 M yakni menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjaga imun, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas.

Salah seorang warga yang enggan namanya disebut mengaku rela menunggu hingga malam untuk dapat giliran divaksin. Dia mengaku khawatir tidak mendapat vaksin dan bisa menghambat aktivitasnya di kemudian hari. “Selain memang penting untuk membentengi diri dari virus, vaksinasi ini juga kan penting saat kita beraktivitas di luar rumah. Sekarang kalau kemana-mana kan harus menunjukkan sertifikat vaksin. Ke luar wilayah harus menunjukkan sertifikat vaksin, masuk mall juga harus bawa sertifikat vaksin. Jadi tidak apa-apalah saya menunggu sampai malam yang penting dapat vaksin,” terangnya.

Dia juga menyadari, upaya dari pemerintah ini adalah untuk melindungi warganya agar terhindar dari paparan virus korona. “Apalagi sudah banyak ada korbannya. Saya juga takut terpapar, apalagi saya punya orang tua yang rentan dan anak-anak yang masih kecil. Semoga vaksinasi ini bisa melindungi kita dari Covid-19,”harapnya. (rin/suryaningsih)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini