Langgar Jam Operasional PPKM, Rumah Makan Ditutup

picsart 09 17 02.19.18
DITUTUP - Tim Yustisi Kota Denpasar menutup sekaligus membubarkan pengunjung rumah makan di Jl. Mahendradata melanggar jam operasional PPKM Level 3, Kamis (16/9/2021) pukul 23.00.

Padangsambian, DENPOST.id

Tim Yustisi Kota Denpasar menutup sekaligus membubarkan kerumunan pengunjung rumah makan di Jl. Mahendradata, Denpasar Barat (Denbar), Kamis (16/9/2021). Mereka dinilai melanggar jam operasional Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3.

”Pemilik rumah makan buka sampai pukul 23.00 dan membiarkan pengunjung duduk berdekatan sehingga melanggar protokol kesehatan (prokes). Ini dikhawatirkan memicu klaster varian baru delta,’’ kata Kasatpol PP Kota Denpasar yang juga Ketua Tim Yustisi Denpasar, I Dewa Gede Anom Sayoga, Jumat (17/9/2021).

Baca juga :  Dinas Perikanan Bersama Satgas Pangan Polresta Sidak Distributor Beras

Anom Sayoga mengatakan, pengelola rumah makan melanggar SE Gubernur Bali dan Perwali Kota Denpasar tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum prokes serta Perda Nomor 1 tahun 2015 tentang Ketertiban Umum. Pasalnya, usaha rumah makan, angkringan dan kedai kopi sudah diberi kelonggaran buka sampai pukul 21.00. Namun dipakai kesempatan buka sampai larut malam dan membiarkan pengunjung mengabaikan prokes.

”Pemerintah sudah memberi kelonggaran buka usaha di masa pandemi Covid-19 ini. Namun PPKM dan prokes jangan diabaikan agar tidak muncul klaster baru dari rumah makan, angkringan maupun kedai kopi,’’ ujarnya.

Baca juga :  Capaian Tertinggi, Bali Terima Penghargaan Partisipasi Sensus Online 2020

Atas pelanggaran tersebut, tim yustisi juga memberi peringatan dan membina pengelola rumah makan agar mengikuti aturan yang ada. Jika tidak mengikuti aturan, Anom Sayoga memastikan pemilik usaha akan ditindak tegas dengan memproses ke tipiring. ”Selama pelaksanaan PPKM Level 3 semua usaha dan masyarakat harus mematuhi aturan untuk mencegah penularan virus corona,’’ pungkasnya. (103)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini