Gara-gara Ini, Tiga Subak di Jembrana Alih Fungsi

picsart 09 17 05.39.54
ALIH FUNGSI - Sawah di Jembrana yang kini beralih fungsi.

Negara, DENPOST.id

Alih fungsi lahan kini makin marak di Jembrana. Sawah banyak yang menyusut dan berubah menjadi perumahan dan bangunan lainnya. Dari data di Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, dalam setahun dari 2019 sampai 2020, ada tiga subak beralih fungsi karena tidak adanya air dan berubah menjadi perumahan.

Jumlah penyusutan ini, kemungkinan bisa saja terjadi lagi di beberapa tahun ke depan. Salah satunya perkembangan pembangunan jalan Tol yang memungkinkan melewati lahan pertanian.

Baca juga :  Tak Bawa Uang, Pelanggar Prokes Push Up 15 Kali

Kepala Bidang Pertanian, I Komang Ngurah Arya Kusuma seizin Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, I Wayan Sutama, Jumat (17/9/2021) mengatakan data jumlah Subak di Jembrana tahun 2020 ini, berkurang tiga dubak dan beralih fungsi. Dari sebelumnya 84 subak, saat ini menjadi 81 subak. Ketiganya telah mati dan beralih fungsi. Baik itu, disebabkan karena kekeringan (tidak ada pasokan air) maupun berganti lahan rumah.

Dari tiga Subak yang mati, dua di Kecamatan Pekutatan dan satu di Kecamatan Negara. Menurutnya, di Pekutatan memang awalnya sawah tadah hujan, sekarang sudah mati dan beralih untuk perkebunan pisang. “Kalau yang di Negara alih fungsi ke perumahan,” katanya.

Baca juga :  Patung Makepung di Terminal Lama Negara Jadi Sorotan

Dengan berkurangnya Subak dan lahan juga berdampak pada produksi padi. Untuk produktivitas masih tidak berubah. Rata-rata produktivitas 7,1 ton per hektar dan saat ini, luas lahan sawah di Jembrana ada 6.725 hektar. (120)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini