ISI Denpasar dan Mitra Tanda Tangani SPK Merdeka Belajar

Konsep Otomatis
PENANDATANGAN AN SPK - Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. I Wayan ‘’Kun’’ Adnyana (paling kanan) saat menghadiri penandatanganan surat perjanjian kerja sama (SPK) dengan 25 mitra strategis bereputasi di kampus setempat Jumat (17/9/2021). (DenPost/ist)

Denpasar, DenPost.id

Enam bulan terakhir ini Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar gencar melakukan terobosan inovatif pengembangan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Sehari setelah mengesahkan mahasiswa baru serta meluncurkan pemberlakuan Kurikulum Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) untuk  seluruh program studi (prodi), pada Jumat (17/9/2021), dilaksanakan penandatanganan 69 surat perjanjian kerja sama (SPK) dengan 25 mitra strategis bereputasi yang meliputi 12 prodi yang selaras dengan kapasitas dan kompetensi mitra.

Penandatanganan dilaksanakan melalui drive thru  atau layanan tanpa turun. ”Penandatanganan ini menjadi pilihan untuk menghindari kerumunan, mengingat yang diundang terbilang banyak yakni mitra dunia usaha-dunia industri, berikut studio maestro dan komunitas kreatif. Selain itu, mempertimbangkan fleksibilitas penyesuaian waktu bagi mitra untuk datang ke ISI Denpasar,” kata Rektor Prof. Dr. I Wayan ‘’Kun’’ Adnyana.

Penandatanganan SPK dilaksanakan mulai pukul 10.00 hingga 16.00, yakni dengan mitra: Bali Naradha Televisi, Bali Purnati, Janahita Mandala Ubud, Vector Pictures, Tuksedo Studio, Gases Bali, Sahaja Sehati, Bidadari Galeri, Seraya Bali Style, Agung Bali Collection, Museum Wiswakarma, Bunga Bali, Sanggar Paripurna, Sanggar Semara Ratih, Sanggar Kini Berseri, Sanggar Baturulangun, Batubelah, Sanggar Wasundari, Sanggar Seni Tawaketa, Sanggar Citrakara, Studio Snerayuza Made Budhiana, hingga maestro Ketut Budiana. Selain dengan dunia usaha industri, penandatanganan dilaksanakan dengan instansi pemerintah yaitu Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali dan Rumah Sakit Jiwa Provinsi Bali di Bangli, serta media massa. “Kerja sama kemitraan ini bertujuan merealisasikan Kurikulum Merdeka Belajar-Kampus Merdeka ISI Denpasar melalui pilihan-pilihan program yakni: kampus mengajar, riset, proyek independen, magang, dan proyek kemanusiaan. Seluruh program ini dilaksanakan guna memastikan mahasiswa ISI Denpasar dapat mengalami, menghayati, dan melakukan kerja nyata, bersama mitra sesuai talenta masing-masing,” tegas Prof. Kun Adnyana.

Mantan Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali ini menambahkan MBKM mempertemukan perguruan tinggi dengan mitra dalam cita-cita bersama untuk pemajuan seni-budaya bangsa yang berkarakter, sekaligus mewujudkan moto ISI Denpasar ‘’Global-Bali Arts and Creativity Centre Hub (G-BACCH)’’, yakni sebagai pusat kreativitas seni dan desain kelas dunia. Penandatanganan SPK ini juga mencerminkan kesinambungan jejaring ekosistem kreatif seni budaya dengan pemangku kepentingan.

Baca juga :  Selama Pandemi Covid-19, Kebutuhan Beras di Denpasar 250 Ton Per Hari

Penandatanganan secara drive thru ternyata disambut antusias seluruh mitra ISI. Pendiri dan Direktur Museum Wiswakarma Drs. Ketut Pradnya, misalnya, mengungkapkan bahwa kerja sama ini sangat strategis bagi upaya bersama memajukan seni dan budaya bangsa. “Terlebih bagi upaya gotong royong atau kerja kolaborasi dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia bidang seni dan desain, yang selama ini memang menjadi orientasi perhatian kami,” tegasnya.

Baca juga :  Perumda Tirta Sewaka Dharma Perpanjang Gratis Tagihan

Sebelum penandatanganan, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Perencanaan Dr. I Komang Sudirga melaporkan bahwa penandatanganan bisa dilakukan secara serentak dengan puluhan mitra karena selama ini terjalin hubungan baik dan sinergis. “Kami gembira dan mengapresiasi jalinan kerja sama ini yang mendapat sambutan antusias dari mitra bereputasi,” tandasnya.

Serangkaian ISI sebagai G-BACCH, kini berlangsung Festival Internasional Bali Padma Bhuwana dan Festival Bali Sangga Dwipantara, dua wahana desiminasi yang didedikasikan sebagai ruang dialog,  interaksi, dan kolaborasi civitas akademika ISI Denpasar dengan maestro, seniman, budayawan, akademisi, pekerja kreatif, dan mahasiswa bertalenta nasional maupun internasional. (wir)

Baca juga :  Samuel, Pasien Sembuh: Jangan Panik, dan Hindari Stres

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini