Bangli Bersiap Mulai PTM Terbatas

picsart 09 19 05.10.46
VAKSINASI PELAJAR - Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, saat meninjau pelaksanaan vaksinasi terhadap pelajar guna persiapan PTM di Bangli, beberapa waktu lalu.

Bangli, DENPOST.id

Selain secara perlahan membuka Daya Tarik Wisata (DTW), Pemerintah Kabupaten Bangli kini juga berencana kembali menerapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Di mana, jika tidak ada halangan dan turunnya level PPKM konsisten, PTM akan mulai diberlakukan sekitar akhir September atau awal Oktober 2021.

Demikian ditegaskan Plt.
Kepala Disdikpora Bangli, Jro Widata, Minggu (19/9/2021).

Keyakinan Dibukanya kembali PTM di Bangli ini juga didukung pihak sekolah yang juga sudah siap melaksanakan PTM terbatas. Kendati demikian, pihaknya masih menunggu kebijakan dari pimpinan, dalam hal ini surat edaran (SE) dari Gubernur Bali. Di mana, SE Gubernur Bali ini nanti dibuat turunannya menjadi SE Bupati hingga petunjuk teknis pelaksanaannya dari Disdikpora Bangli.

“Sebelumnya pada bulan Januari lalu, kami kan juga sudah sempat menggelar PTM. Tapi waktu itu, hanya berjalan sepekan,” sebutnya.

Baca juga :  Hendak Balap Liar, Polsek Ubud Bubarkan Kerumunan Pemuda

Karennya, untuk kembali melaksanakan PTM diperlukan pemutakhiran berupa surat pernyataan kepala sekolah, pernyataan dari komite, serta izin dari orang tua. “Jadi, untuk pelaksanaan PTM terbatas ini, peserta didik wajib mendapatkan izin dari orang tua. Sebagaimana tercantum dalam SKB empat menteri,” jelasnya.

Dibalik kesiapan sekolah berupa surat pernyataan, Jro Widata menegaskan dalam pelaksanaan PTM terbatas juga harus melihat potensi di masing-masing sekolah. Seperti sarana dan prasarana protokol kesehatan hingga capaian vaksinasi untuk tenaga pendidik dan tenaga kependidikan.

Baca juga :  Buruh Suwun Pasar Kidul Positif Corona

Pihaknya mengaku telah melaksanakan rapat dengan MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) dan perangkat lainnya, untuk membahas persiapan-persiapan itu pada, 10 September. “Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini, satu hingga dua pekan kedepan, sudah bisa berjalan PTM terbatas,” harapnya.

Dikatakan pula, dalam Inmendagri 42/2021 sekolah yang menyelenggarakan PTM terbatas dilaksakan dengan kapasitas maksimal 50 persen. Kecuali untuk sekolah luar biasa baik itu SDLB, MILB, SMPLB, SMALB, dan MALB yang kapasitas maksimalnya 65 persen. Begitupun dengan PAUD, maksimalnya hanya 33 persen, dengan jarak minimal 1,5 meter.
Kapasitas 50 persen tersebut berlaku untuk sekolah regular. Dalam setiap proses belajar mengajar (PBM), diberlakukan dua metode, yakni daring dan tatap muka.

Baca juga :  Sempat Kolaps, LPD Desa Adat Selat Dihidupkan Kembali

Sedangkan untuk waktu pelaksanaannya hanya dilaksanakan selama tiga jam penuh. Artinya, hanya setengah dari jadwal normal enam jam. Dalam PTM terbatas juga tidak ada istirahat keluar kelas, hanya di dalam kelas dan setiap hari mata pelajaran (mapel) yang diberikan bisa dua hingga tiga mapel, tergantung dari jumlah jam per mapelnya. (128)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini