Gubernur Koster Optimis Normalisasi Tukad Unda Cepat Tuntas

Gubernur Koster Optimis Normalisasi Tukad Unda Cepat Tuntas
TINJAU PROYEK - Gubernur Bali Wayan Koster (paling kiri) meninjau proyek normalisasi Tukad Unda di Desa Tangkas, Klungkung, Minggu (19/9) kemarin. Proyek pengendalian banjir ini diprediksi rampung awal tahun 2022. (DenPost.id/ist)

Klungkung, DenPost.id

Proyek normalisasi Tukad Unda di Desa Tangkas, Klungkung, terus berjalan di tengan pandemi covid-19. Pada Oktober mendatang rencananya dilakukan pematangan lahan di proyek pengendalian banjir itu, sehingga diprediksi tuntas awal tahun 2022.

Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan proyek ini benar-benar dikebut. Hingga September ini, pengerjaan normalisasi hampir mencapai 58 persen atau lebih cepat daripada target yakni 44 persen, sehingga ditarget rampung tahun 2022. “Jadi melebihi target, dan akhir tahun ini diperkirakan mencapai 70 persen. Tentu akan ditata lebih baik agar harmonis dengan zona Pusat Kebudayaan Bali yang mulai dibangun tahun 2022, dan diharapkan selesai tahun 2023 mendatang,” ujar Koster saat meninjau proyek pada Minggu (19/9/2021).

Baca juga :  Pintu Masuk ke Nusa Penida Diperketat

Selain mengendalikan banjir, proyek ini bertujuan melindungi wilayah di sepanjang daerah aliran Sungai Tukad Unda dan mampu menurunkan risiko bencana di wilayah Klungkung.

Untuk tahap pembebasan lahan seluas 234 hektar milik warga, Gubernur Koster belum dapat memastikan jadwal waktunya. Namun dia memastikan selesai secara bertahap dalam beberapa bulan ke depan. “Kita akan mendapat pasir kerukan dari proyek Pelabuhan Benoa sehingga saya sangat diringankan dalam beban biaya. Tidak lagi beli tanah atau pasir dari luar, tapi dari bantuan Pelindo III. Kalau beli (tanah uruk), biayanya bisa Rp 500 miliar lebih,” tegas Bupati asal Desa Sembiran, Buleleng ini.

Baca juga :  Gadaikan Sertifikat Curian, Pembobol Kantor Bumdes Sakti Ditangkap

Guna penyelesaian pekerjaan ini, pemerintah pusat menggelontor dana sebesar Rp 241,4 miliar dari APBN 2020-2022 untuk konstruksi. Sedangkan Provinsi Bali menyediakan anggaran ganti rugi tanah senilai Rp 74,7 miliar dari APBD Semesta Berencana Provinsi Bali 2020.

Anggarannya terpisah dengan proyek pembangunan Pusat Kebudayaan Bali dengan anggaran sebesar Rp 2,5 triliun yang merupakan pinjaman Pemprov Bali dari dana Penyelamatan Ekonomi Nasional (PEN) pemerintah pusat.

Secara konsep, Pusat Kebudayaan Bali akan terdiri dari zona inti yang dilengkapi masing-masing panggung terbuka berkapasitas 15 ribu orang, panggung tertutup, Bali International Convention Center, hingga 12 museum tematik. Pusat Kebudayaan Bali juga disertai area pendukung seperti hotel, dan pusat perbelanjaan, danau estuari dam (embung), kawasan marina, taman hutan raya dan rekreasi.  Selain itu dilengkapi kawasan penyangga, termasuk sungai buatan dan secara  total luas lahannya mencakup 320 hektar.

Baca juga :  Perbaiki Infrastruktur Rusak, Pemkab Klungkung Anggarkan Dana Segini

“Ini merupakan kawasan yang paling lengkap, yang tidak ada di dunia. Karya monumental dalam mengimplementasikan filosofi dan visi pembangunan Bali yakni Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana serta pengimplimentasian nilai-nilai sad kertih,” tandas Gubernur tamatan ITB ini. (wir)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini