Sriawan Sebut Belum Saatnya Denpasar Terapkan Ganjil Genap

picsart 09 20 02.17.01
Kadis Perhubungan Kota Denpasar, I Ketut Sriawan

Dauh Puri, DENPOST.id

Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Bali berencana menerapkan sistem ganjil genap untuk pelat kendaraan roda dua dan roda empat masyarakat di objek wisata Pantai Kuta, Kabupaten Badung dan Pantai Sanur Kota Denpasar. Penerapan ganjil genap akan dimulai pada akhir September 2021, lewat Surat Edaran (SE) Gubernur Bali.

Terkait rencana tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Kota Denpasar, I Ketut Sriawan, yang dikonfirmasi, Senin (20/9/2021) meminta sebaiknya untuk penerapan di wilayah Kota Denpasar memerlukan kajian yang lebih komprehensif. Intinya kajian yang mendalam menyangkut tentang subtansi penyebaran Covid-19. “Karena substansi untuk ganjil dan genap untuk mencegah kerumunan. Yang menuju objek wisata belum ramai, karena itu belum saatnya menerapkan ganjil dan genap di Kota Denpasar, khususnya kawasan Sanur,” kata Sriawan.

Baca juga :  25 Kamar Kos Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp 2 M

Sriawan tak memungkiri rencana ganjil dan genap bagus untuk pembatasan dan antisipasi penyebaran Covid-19. Namun, hal itu belum saatnya diterapkan dan lebih baik difokuskan untuk prokes masyarakat, vaksinasi, penerapan PeduliLindungi dan kepedulian kepada masyarakat tentang pemulihan ekonomi.

Ditanya kenapa rencana penerapan ganjil dan genap dipilih Sanur dan Kuta, kenapa juga tidak daerah lainnya di Bali, Sriawan kembali menegaskan hal inilah yang perlu dikaji lebih mendalam. “Untuk penerapan sebuah aturan kebijakan betul-betul milik masyarakat, sehingga pergerakan langkah dan persamaan menjadi nyaman bagi masyarakat. Kalau sudah aman dan nyaman tentunya semua berjalan dengan bagus. Karena itulah perlu kajian yang mendalam dan kordinasi dengan stakeholder terkait, sehingga berdampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.

Baca juga :  Berpotensi Tularkan Covid-19, Satpol PP Bubarkan Kerumunan Ojol di RM Cepat Saji

Sriawan mengungkapkan, yang perlu menjadi atensi saat ini, yakni pelabuhan dan bandara. Kenapa pelabuhan dan bandara? karena di lokasi inilah pergerakan orang yang datang ke Bali. Kalau objek wisata sudah jelas menerapkan prokes. “Intinya ide bagus ganjil dan genap ini belum waktunya diterapkan di Denpasar. Seyogyanya juga disesuaikan dengan kondisi lapangan dan jangan samakan Denpasar seperti Jakarta yang padat penduduknya,” sarannya. (112)

Baca juga :  Dua Pura di Abiansemal Dibobol Garong

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini