Jaga Eksistensi Perempuan Bali di Masa Pandemi, Badung Gelar Bimtek Pembuatan “Dapetan Tumpeng Pitu”

picsart 09 20 05.54.00
BUAT PEJATI - Diskerpus Badung, saat menggelar bimtek pembuatan pejati dan dapetan tumpeng pitu di Gedung Layanan Sastra Mangutama Wali Pustaka Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, Senin (20/9/2021)

Mangupura, DENPOST.id

Untuk tetap menghidupkan eksistensi perempuan Bali di tengah pandemi Covid-19, Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan kabupaten Badung, Senin (20/9/2021) melaksanakan bimbingan teknis (Bimtek) pembuatan banten pejati dan dapetan tumpeng pitu. Bimtek dibuka Sekretaris Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Badung, Nyoman Ayu Wiratini, di Gedung Layanan Sastra Mangutama Wali Pustaka Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Badung.

Dalam kegiatan itu, menghadirkan narasumber Gusti Agung Istri Parwati dari Kementerian Agama Kabupaten Badung. Sementara peserta terdiri dari para anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) dan staf dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Badung.

Baca juga :  Ribuan Pekerja di Bandara Jalani Vaksin Tahap Dua

Nyoman Ayu Wiratini mewakili Kadis Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Badung mengatakan walau di tengah pandemi Covid-19 untuk tetap menjaga nafas kehidupan perempuan Bali, pihaknya mencoba dan terus bergerak bersama untuk menjaga adat, seni dan budaya Bali. Mejejaitan dalam upakara dan upacara di Bali, tentu menjadi roh bagi perempuan Bali. Hal ini juga sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 3 Tahun 2007 tentang Perpustakaan Pemerintah Wajib untuk Menjamin Kelangsungan Penyelenggaraan Perpustakaan Sebagai Pusat dan Sumber Belajar, sehingga terjaminnya layanan secara merata.

“Bimtek pembuatan pejati dan dapetan tumpeng pitu ini tetap melakukan prokes kesehatan. Dan ini bertujuan untuk menambah bekal dan pengetahuan terkait dengan bebantenan yang hampir setiap saat hadir di depan kita semua, para ibu-ibu dan perempuan Bali. Kami berharap kepada seluruh peserta bintek ini, dapat menjadikan refrensi dalam pembuatan banten yang akan di aturkan sesuai dengan sastra dan aturan yang benar,” ujarnya.

Baca juga :  Nelayan Hilang Melaut, Tim SAR Lakukan Ini

Sementara ketua panitia, Ni Made Dartini dalam laporannya mengatakan maksud dan tujuan dari diadakannya bimtek untuk tetap menggerakkan eksistensi perempuan Bali, dan ikut mengajegkan seni adat dan budaya Bali di tengah arus gelombang dunia global. Bimtek yang dilaksanakan satu hari melibatkan 20 peserta yang terdiri dari para ibu dharma wanita dan para staf dari lingkungan Dinas Kearsipan Kabupaten Badung.

“Kami berharap kepada seluruh peserta yang mengikuti bimbingan teknis pelestarian budaya dalam pembuatan pejati dan dapetan tumpeng pitu ini dapat mengikuti dengan baik. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat yang positif bagi semua,” ujarnya.

Baca juga :  Komit Lestarikan Lingkungan, Abiansemal Tebar Benih Ikan Nila

Dalam kesempatan tersebut, pihak panitia juga ikut melakuan sosialisasi penerapan prokes di rumah tangga, sehingga para ibu dan keluarganya bisa terhindar dari penularan Covid-19. (dewa sanjaya)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini