Putu Parwata: Badung Mampu Bertahan Tanpa Pariwisata

Putu Partawa: Badung Mampu Bertahan Tanpa Pariwisata
Ketua DPRD Badung Putu Parwata

Mangupura, DenPost.id

Badung sejatinya masih mampu bertahan hidup lebih panjang walau pandemi covid-19 melanda dunia. Hal itu karena Badung masih banyak punya potensi ekonomi andalan seperti sektor pertanian/perkebunan, perikanan/kelautan, dan IKM/UMKM. Ketua DPRD Badung Putu Parwata mengatakan hal itu belum lama ini di ruang kerjanya.

Dia menambahkan untuk sementara ini, sektor pariwisata diletakkan pada konsep pendapatan lain dahulu alias bukan pendapatan utama lagi. ‘’Kita bukan alergi pada pariwisata, namun menempatkan pariwisata dalam bentuk pendapatan lain,’’ tambah Parwata.

Dia memberikan contoh memecahkan masalah pertanian yang sejak dulu sampai sekarang tak pernah berhasil. ‘’Masalah klasiknya yakni peningkatan produktivitas,’’ tegasnya.

Untuk meningkatkan produktivitas itu, pemerintah perlu melakukan modernisasi pertanian dan mempermudah mekanisme kebutuhan pertanian. ‘’Di sinilah perlu peran pemerintah,’’ beber Parwata.

Dia mencontohkan jika sebelumnya 1 hektar sawah menghasilkan 6 ton padi, namun berikutnya meningkat menjadi 12 ton alias 100 persen. Hal ini tentu melalui peran-serta pemerintah. Sedangkan dari segi modernisasi, pemerintah memberikan peralatan moderen kepada para petani sehingga memudahkan mereka mengelola sawah. Ketiga; mempermudah penyaluran pupuk ke para petani oleh tenaga-tenaga pertanian yang andal. ‘’Subsidinya jelas sehingga ada keberpihakan pemerintah pada petani,’’ tegasnya.

Baca juga :  Kabid Gedung dan Sarpras Disdikpora Badung Meninggal

Begitu juga kehadiran pemerintah di sektor IKM dan UKMK sangat perlu untuk membangkitkan gairah masyarakat di pedesaan. Para pemilik industri kecil perlu diberikan bantuan dan bimbingan secara berkesinambungan, sehingga produktivitas mereka terjaga. Tak kalah pentingnya, potensi sektor perikanan/kelautan yang dimiliki Badung di bagian selatan. Semuanya belum digali secara maksimal karena sektor ini tidak digarap dengan serius, lantaran selama ini Badung hanya mementingkan sektor pariwisata.

Parwata mengisyarakatkan bahwa Badung perlu membuat desain konsep yang matang agar tak semata-mata bertumpu pada pariwisata. Badung mesti dikelola secara bersama-sama, artinya pemerintah, DPRD dan masyarakat punya konsep yang sama. Pihaknya di DPRD mencermati kalaupun pariwisata mengalami hambatan, maka Badung masih punya potensi luar biasa bagi masyarakat maupun untuk meningkatkan pendapatan daerah demi pembangunan berkelanjutan.

Baca juga :  Ibu Rumah Tangga Nekat Bobol Warung di Padangsambian

Menurut Parwata, ketergantungan Badung pada sektor pariwisata, ternyata tidak bagus ketika dihadapkan pada situasi genting seperti covid-19 maupun bencana lain. Fakta empiris memperlihatkan bahwa sebelum pandemi, hampir 85 persen Badung bertumpu pada pariwisata dan mampu menghasilkan Rp 2 triliun hingga Rp 3 triliun lebih per bulan. Padahal potensi lain yang belum dilirik selama ini bisa dibangkitkan guna menunjang perekonomian. Dia menyebut bahwa potensi-potensi yang bisa dibangkitkan nanti yakni di Petang, Abiansemal, Mengwi, Kuta Utara, Kuta dan Kuta Selatan. ‘’Kita mesti mapping dulu potensi geografi. Nah setelah itu, perlu bahas potensi-potensi yang menonjol untuk dikembangkan,’’ tambah Parwata.

Baca juga :  Kecanduan Narkoba, Buda Gagal Kuliah dan Jalani Rehab

Menurut dia, potensi yang ada di Abiansemal, misalnya, ada perkebunan bunga (pacah) dan sawah/pertanian. Demikian pula di Kuta Utara ada kuliner berbasis pertanian. Begitu pun di Kuta dan Kuta Selatan ada potensi kelautan yang luar biasa. Dengan adanya mapping potensi daerah, maka akan kelihatan indikator pertumbuhan perekonian per kecamatan.

Parwata sepakat bahwa siapa pun tak akan mampu memprediksi kapan berakhirnya pandemi. Tapi masyarakat yang perlu hidup tentu tidak bisa berhenti sampai di sini. Sebaliknya, semua komponen harus bangkit bersama-sama dan punya spirit yang sama.’’ Prinsipnya, ekonomi bergerak bila manusianya juga bergerak. Pemerintah dan masyarakat harus tumbuh dan bangkit bersama,’’ tandas tokoh Dalung, Kuta Utara ini. (yad)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini