Hujan Deras, Jembrana Dikepung Banjir

picsart 09 21 09.09.30
LONGSOR - Akibat hujan deras, salah satu rumah warga Pohsanten tertimpa longsor.

Negara, DENPOST.id

Hujan deras mengguyur wilayah Jembrana, Senin (20/9/2021) sore hingga malam hari.
Selama beberapa jam hujan tiada henti, luapan air sungai terjadi di sejumlah wilayah, sehingga Jembrana baik di wilayah Kecamatan Mendoyo dan Jembrana serta Negara dikepung banjir.
Bahkan, arus lalu lintas di Jalur Nasional Denpasar-Gilimanuk tersendat beberapa jam lantaran banjir.

Ruas jalan yang terendam banjir di antaranya Jalan Ngurah Rai, Jalan Sudirman, Banjar Sebual Desa Dangintukadaya, Jembrana hingga di Desa Pohsanten serta di Tembles, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo.
Dari data di BPBD Jembrana, wilayah yang terdampak banjir meliputi Lingkungan Satria Tempek 7, Likungan Pendem tempek 7, Banjar Sebual Desa Dangintukadaya, Jalan Sedap Malam Desa Kaliakah, Banjar Tembles Desa Penyaringan.

Baca juga :  Amankan Pengundian Nomor Urut Paslon, Polres Jembrana Akan Kerahkan Ini

Selain banjir, hujan juga memicu tanah longsor di sejumlah tempat seperti di Banjar Munduk Kemoning, Desa Manistutu dan Pohsanten. “Ada rumah warga atas nama Wayan Sunarta di Banjar Rangdu, Desa Pohsanten yang tertimpa tanah longsor. Rumahnya jebol,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jembrana, I Putu Agus Artana Putra.

Sementara itu banjir juga menggenangi permukiman warga serta menyebabkan kerusakan infrastruktur di Banjar Sebual Desa Dangintukadaya.
Kelihan Banjar Adat Sebual, I Wayan Wikrama Wardana, mengatakan, air Tukad Sebual meluap sekitar pukul 19.00 Wita. Air setinggi dada orang dewasa menyebabkan sejumlah bangunan rusak, termasuk tembok rumahnya yang jebol diterjang banjir. Kondisi ini membuat satu banjar kena banjir.

Baca juga :  Penumpang Via Bandara Ngurah Rai Masih Fluktuatif

Tukad Mendoyo juga meluap dan menggenangi Desa Pohsanten dan Mendoyo Dangintukad.
Di Penyaringan, luapan saluran irigasi induk subak menggenangi permukiman warga Banjar Anyar Tembles dan Banjar Anyar Kelod Penyaringan. Banjir juga menyebabkan kerusakan infrastruktur.

I Made Sutastra, warga Tembles mengatakan, tinggi air ada sampai satu meter.
Selain di lokasi tersebut, banjir juga menggenangi sejumlah titik permukiman di wilayah Baler Bale Agung, Kaliakah, Pendem Dauhwaru dan Yehembang. Beberapa objek yang juga tergenang seperti Kantor KPU Jembrana serta rumah jabatan Wakil Bupati Jembrana. (120)

Baca juga :  Jambret Kalung, Buruh Serabutan Dibekuk

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini