Tiga Tahun Refleksi Kepemimpinan Mahayastra-Agung Mayun, Meski Covid-19 Gianyar Masih Bisa Membangun

picsart 09 21 07.31.38
TIGA TAHUN - Tiga tahun refleksi kepemimpinan Bupati Gianyar, I Made Mahayastra, dan Wakil Bupati Gianyar, Anak Agung Mayun, berlangsung di halaman belakang Kantor Bupati Gianyar, Selasa (21/9/2021)

Gianyar, DENPOST.id

Tiga tahun refleksi kepemimpinan Bupati Gianyar, I Made Mahayastra, dan Wakil Bupati Gianyar, Anak Agung Mayun. Mahayastra dan Anak Agung Mayun merupakan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Gianyar terpilih periode 2018-2023 yang diusung Partai PDI Perjuangan.

Dengan jargon AMAN (Agus Mahayastra-Agung Mayun) yang direstui Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, pasangan bupati dan wakil bupati ini memenangkan pilkada tahun 2018, dengan capaian jumlah suara 193.923 suara atau 67,51%. Pasangan ini dilantik Gubernur Bali, I Wayan Koster, atas nama Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, pada Kamis (20/9/2018).

Adapun visi yang diambil untuk mewujudkan janji politik adalah terwujudnya masyarakat Gianyar yang bahagia, sejahtera, aman dan damai, mandiri, berintegritas berlandaskan Tri Hita Karana melalui pola pembangunan nasional semesta berencana.

Dalam mewujudkan visi tersebut, pasangan Mahayastra dan Agung Mayun menetapkan enam misi yang tertuang dalam RPJMD Kabupaten Gianyar tahun 2018-2020 dalam berbagai bidang, di antaranya bidang pertanian, bidang pariwisata, pertumbuhan ekonomi, peningkatan SDM, penguatan desa adat dan pelayanan publik.

Baca juga :  Bupati Mahayastra Lantik 166 Pejabat

Di tahun ketiga, permasalahan terberat yang dihadapi kepemimpinan Mahayastra dan Agung Mayun adalah pandemi Covid-19 yang sampai saat ini masih sangat memukul perekonomian di Kabupaten Gianyar. PAD Gianyar menurun drastis, namun hal tersebut tidak menjadi hambatan dalam mewujudkan visi misi yang telah ditetapkan untuk tetap membangun.

Penanganan covid-19 di Gianyar termasuk paling baik. Gianyar memelopori vaksinasi berbasis banjar yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Dengan melibatkan OPD yang bersinergi dengan puskesmas dan rumah sakit, serta aparat desa.

Baca juga :  Polsek Gianyar Amankan dan Imbau Prokes di Gereja

Kawasan wisata Ubud telah dicanangkan sebagai kawasan bebas Covid-19, di mana vaksinasi masyarakat Ubud telah mencapai hampir 100% dari target sasaran.

Melalui program pemulihan ekonomi nasional (PEN) tahun 2020, Kabupaten Gianyar berhasil memperoleh pinjaman 0% sebesar Rp134 miliar. Ini berkat langkah cepat di bawah komando langsung kepemimpinan Mahayastra dan Agung Mayun dalam menggerakkan birokrasi untuk memenuhi prasyarat yang ditentukan Pemerintah Pusat. Gianyar menjadi satu-satunya Kabupaten yang menerima dana PEN di Provinsi Bali. Tidak sampai di sana, tahun 2021 Pemkab Gianyar kembali dipercaya dan mendapatkan program PEN sebesar Rp343 miliar.

Baca juga :  Gunakan Surat Vaksin Palsu, Dua Sopir Ditangkap Polisi

Dana itu dipergunakan sepenuhnya untuk pembangunan Gianyar. Yang di antaranya adalah pembangunan RSUD Sanjiwani Gianyar dengan anggaran Rp180 miliar lebih, pembangunan Rumah Sakit Payangan Rp95 miliar lebih, pembangunan jembatan dan jalan Rp183 miliar, pasar-pasar desa Rp11 miliar lebih, penataan taman-taman kota untuk mempercantik wajah kota Gianyar Rp24 miliar lebih, rehabilitasi drainase dan irigasi Rp2,5 miliar lebih, Alun-alun Gianyar Rp26 miliar lebih, Puspem Payangan Rp8 miliar dan sarana pendukung lainnya. (116)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini