Ajukan Eksepsi, Terdakwa Zaenal Tayeb Tolak Seluruh Dakwaan JPU

Konsep Otomatis
Terdakwa Zaenal Tayeb

Denpasar, DenPost.id

Pengusaha berdarah Bugis, Sulawesi Selatan, Zaenal Tayeb (65), menjalani sidang secara online pada Selasa (21/9/2021). Sidang mengetengahkan pembacaan eksepsi (keberatan) atas dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) yang dibacakan penasihat hukum terdakwa Zaenal Tayeb.

Dalam eksepsinya, terdakwa menolak seluruh dakwaan dan menyebut ada mal-administrasi dalam proses penyidikan di kepolisian. “Dalam konteks ini kami berpendapat bahwa persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar dapat dikualifikasi sebagai rangkaian penegakan hukum yang menuntut seseorang atas perbuatan yang tidak dilakukannya melalui proses tidak adil,” ujar penasihat hukum Zaenal Tayeb yang dikomando Mila Tayeb pada awal pembacaan eksepsi.

Dibeberkan pula kronologi perkara hingga alasan keberatan terdakwa atas dakwaan JPU. Salah satunya menyebut bahwa perkara ini murni perdata dan bukan perkara pidana. “Dakwaan JPU tidak cermat, tidak jelas dan tidak lengkap, sehingga kabur (obscuur libel) sebagai surat dakwaan jaksa,” tegas Mila.

Pengacara senior ini juga menyebut isi surat dakwaan memuat tuduhan palsu dengan fakta yang saling berkesuaian. Ditegaskannya, berdasarkan fakta hokum, tergambar bahwa pelapor, Hedar Glacomo Boy Syam, awalnya mendudukkan diri secara palsu seolah-olah sebagai pembeli tanah. Padahal penyidik diduga tak punya bukti berupa akta jual-beli yang menggambarkan kedudukan Hedar sebagai pembeli dan Zaenal Tayeb sebagai penjual. Hedar juga diduga membuat pengakuan palsu dengan mendalilkan membeli tanah dari Zaenal Tayeb seluas 13.700 m2, tapi yang diterimanya hanya 8.892 m2. Hedar juga disebut Mila beralibi dirugikan Rp 21 miliar lebih. “Kedudukan palsu ini juga dilegitimasi oleh tim penyidik Satreskrim Polres Badung dengan menaikkan status perkara ini menjadi penyidikan dan menetapkan Zaenal Tayeb menjadi tersangka,” tegas Mila.

Baca juga :  Sempat Dilerai dan Minta Bantuan, Namun Korban Sudah Terlentang di Pekarangan Rumah

“Faktanya kedudukan hukum Hedar sebatas pelaksana pembangunan dan pemasaran proyek propetu Ombak Luxury Residence,” tambahnya.

Pada akhir eksepsi, Mila mohon kepada majelis hakim supaya menerima eksepsi terdakwa dan menyatakan surat dakwaan batal demi hukum. “Menyatakan terdakwa lepas demi hukum,” pungkasnya.

Kasus yang menimpa Zaenal Tayeb ini menjadi perhatian serius pengurus Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS). Bahkan beberapa tokoh KKSS langsung terbang dari Mamasa, Sulawesi Barat,  pada Selasa (21/9/2021) untuk menjenguk Zaenal Tayeb di Polres Badung. “Kami yang di Mamasa resah beberapa hari ini. Kita tahu  Pak Zaenal ada masalah hanya lewat media. Alhamdulillah kami bisa bertemu beliau. Semoga putusannya nanti adil untuk kami semua,” ujar Suhadi perwakilan dari Mamasa.

Baca juga :  Dinas Perkim Rampungkan Perbaikan 9 Unit Rumah MBR

Rombongan dari Mamasa ini bersamaan dengan pengurus KKSS Cabang Badung. “Kami ucapkan terima kasih kepada Kapolres Badung dan petugas jaga, yang mengizinkan kami bertemu Pak Zaenal, ketua kami, meski hanya sebentar,” ucap Ketua KKSS Badung, Zainal Adam. (yan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini