Polresta Denpasar Gencarkan Sosialisasi Bahaya Covid-19

Polresta Denpasar Gencarkan Sosialisasi Bahaya Covid-19
APEL - Wakapolresta Denpasar, AKBP I Wayan Jiartana, saat menggelar apel di halaman Mapolresta Denpasar.

Padangsambian, DENPOST.id

Wakapolresta Denpasar, AKBP I Wayan Jiartana, memerintahkan 32 orang personelnya yang masuk dalam Operasi Bina Waspada Agung 2021 untuk menggencarkan sosialisasi tentang bahaya Covid-19 kepada masyarakat. Operasi yang sifatnya berupa bimbingan dan penyuluhan (Binluh) diharapkan mampu menekan penyebaran Covid-19.

Seiring dengan penanganan Covid-19 jadi level 3, Bali ada kelonggaran masyarakat untuk beraktivitas. Namun dia mengingatkan, wabah Covid-19 masih mengancam. Oleh karena itu personel yang terlibat operasi terus diminta melakukan sosialisasi. Tujuannya agar masyarakat selalu diingatkan.

Jiartana menekankan tiga hal kepada para personel. Pertama, lakukan tracing, testing, dan treatment sebaik mungkin. Setiap ada masyarakat yang terkonfirmasi positif langsung dibawa ke tempat isolasi terpusat untuk dirawat dan diobati di sana.

“Jangan sampai kendor. Tempat isoter di wilayah kita cukup memadai dan keterisian baru 30 persen,” ungkap Jiartana saat gelar Apel Kesiapan Operasi Bina Waspada Agung- 2021, di Lapangan Apel Polresta Denpasar, Rabu (22/9/2021).

Baca juga :  Togar Situmorang: Berkat Puji Tuhan, Selamat dari Covid-19

Kedua, terus gencarkan vaksinasi. Masih banyak masyarakat yang belum divaksin. Baik vaksin dosis pertama maupun yang kedua. Tujuannya, agar tidak sia-sia jutaan masyarakat divaksin tetapi masih ada yang tidak vaksin. Karena vaksin untuk meningkatkan imun tubuh. Dikatakannya, orang yang belum vaksin bisa menjadi pemicu penyebaran Covid-19.

“Dalam melaksanakan kegiatan vaksinasi angkanya cukup stabil. Saya ucapkan terima kasih kepada para Nakes dan operator pendukung yang sudah bekerja maksimal. Ini menunjukkan bahwa masyarakat kita masih banyak yang belum vaksin,” ungkap Jiartana.

Baca juga :  DPRD Minta Pembangunan "Reservoir" Tegal Kertha Tak Ditunda

Ketiga, gencarkan sosialisasi pemakaian aplikasi PeduliLindungi. Pemerintah menggalakkan aplikasi ini bertujuan untuk mendeteksi penyebaran Covid 19. Di aplikasi tersebut dapat terdeteksi tempat keberadaan kita, tempat yang akan dikunjungi apakah berada di zona merah, oranye atau hijau.

“Ini harus disosialisasikan dengan baik kepada masyarakat. Sebab aplikasi PeduliLindungi kini berfungsi sebagai sertifikasi perjalanan apabila hendak memasuki area publik,” beber Jiartana.

Dia menegaskan hal tersebut jadi perhatian. Dikatakannya, sejak 14 September 2021 Provinsi Bali telah memasuki level 3 penanganan Covid-19. Artinya, kegiatan masyarakat baik di sektor esensial maupun non-esensial sedikit mendapat kelonggaran. Ini mencerminkan bahwa ketaatan masyarakat terhadap pelaksanaan Prokes sudah semakin membaik.

Baca juga :  Tekan Masalah Sosial Akibat PKM, Jumlah Petugas Mesti Ditambah

“Saya mengajak kepada semua personel Polresta Denpasar agar turut membantu kegiatan operasi ini agar berjalan lancar sesuai fungsi masing-masing dalam memerangi penyebaran Covid-19. Galang potensi masyarakat untuk bersama-sama melaksanakan kegiatan ini,” tandasnya. (wiadnyana)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini