Kasus Gigitan Anjing Rabies di Jembrana Bertambah

Kasus Gigitan Anjing Rabies di Jembrana Bertambah
VAKSINASI ANJING - Vaksinasi antirabies pada anjing dilaksanakan petugas di beberapa wilayah di Jembrana.

Negara, DENPOST.id

Sejak dua pekan terakhir, kasus gigitan anjing positif rabies di Jembrana  bertambah. Tiga kasus baru  gigitan anjing positif rabies terjadi dalam  dua pekan terakhir. Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, drh. I Wayan Widarsa,  Selasa (21/9/2021) mengakui adanya kasus gigitan anjing rabies tersebut.

Lonjakan kasus ini justru disebutnya dampak dari pandemi Covid-19 yang mewabah sejak 2020. Anggaran penanganan kena refocusing  untuk pandemi sehingga vaksinasi anjing tidak optimal. Diakuinya, sebelum pandemi vaksinasi dilakukan oleh petugas non-PNS yang dibayar untuk vaksinasi massal serentak di setiap Banjar. Selain anggaran, pembatasan di masa pandemi diakuinya menyebabkan tahun 2020 aktivitas turun langsung ke masyarakat menjadi terhambat.

Baca juga :  Pencarian Korban Kapal Tenggelam di Gilimanuk akan Menggunakan Robot Air

“Pandemi memang situasinya sulit sekali, sehingga meledaknya 2021 ini. Tahun  2020 minim kasus karena 2019 vaksinasinya optimal” paparnya. Dia berharap masyakarat bisa bersinergi mencegah penularan rabies.

Pemilik  HPR diharapkannya tidak melepasliarkan piaraannya. “Vaksinasi tinggal menghubungi dokter hewan di setiap kecamatan dan akan didatangi. Selain respons kasus dengan vaksin emergency dan penyisiran dari kasus, kami juga layani permintaan masyarakat, ” jelasnya. Ia mengakui, tingginya kasus gigitan rabies ini karena penanganan secara terintegrasi. “Setiap kasus gigitan HPR mengarah gejala rabies kami langsung kirim sampelnya,” bebernya.

Baca juga :  Digulung Air Saat Pindahkan Kayu Penyumbat Bendung, Begini Cerita Sudentra

Setiap sampel yang hasil pengujiannya positif rabies,  langsung direspons bersama melalui Rabies Center. “Kami penanganan HPR dan Dinas Kesehatan untuk penanganan korban gigitannya,” jelasnya.

Diungkapkan pula, tahun 2021 ini terjadi peningkatan kasus gigitan anjing positif rabies yang signifikan dibandingkan tahun lalu. Ia menyebut, dari awal tahun 2021 hingga Selasa kemarin, gigitan anjing positif rabies di Jembrana sudah mencapai 33 kasus. Begitupula terjadi peningkatan wilayah zona merah rabies yakni di empat kecamatan.

Baca juga :  Rusak, Beras Kemensos di Jembrana Ditarik

Hingga kini sudah ada 17 desa/kelurahan zona merah. Zona merah terbanyak ada di Kecamatan Melaya sebanyak tujuh wilayah. Urutan ke dua di Kecamatan Negara dengan lima wilayah. Urutan ketiga di Kecamatan Jembrana dengan empat wilayah. Paling sedikit di Kecamatan Mendoyo dengan wilayah zona merah. (120)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini