23 Anjing di Bangli Positif Rabies

23 Anjing di Bangli Positif Rabies
VAKSINASI - Petugas PKP Bangli saat melakukan vaksinasi di salah satu Banjar Nyanglan Kaja, Bangbang, Tembuku, Bangli. DENPOST.id/dok

Bangli, DENPOST.id

Di tengah penerapan PPKM Level 3 yang artinya penyebaran Covid -19 masih terjadi, kasus rabies juga belum  tuntas tertangani di Kabupaten Bangli. Malah jumlah kasus positif rabies yang ditemukan pada anjing  tahun 2021 terhitung sejak Januari hingga pertengahan September ini mencapai 23 kasus.

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli, I Wayan Sarma, mengungkapkan, hingga saat ini pihaknya telah merespons kasus gigitan anjing pada manusia dari Dinas Kesehatan Bangli sebanyak 102 kasus. “Dinkes menginfokan ke kita (PKP) ada 102 kasus gigitan sampai hari ini,” sebutnya, Rabu (22/9/2021).

Baca juga :  Napi Penerima RU II di Bangli Tak Langsung Bebas

Dari sana pihaknya melakukan penelusuran dan  pengambilan sampel pada anjing yang dicurigai sebanyak 81 ekor. Hasilnya 23 ekor di antaranya dinyatakan positif rabies. Di mana kasus terbaru ditemukan  di Banjar Manikaji, Desa Peninjoan, Kecamatan Tembuku sepekan lalu.

“Terhadap ini, kita sudah lakukan vaksinasi dan eliminasi selektif tertarget,” tegasnya.

Dikatakan pula, jumlah kasus tahun ini hampir dua kali lipatnya tahun 2020 lalu. Di mana saat itu total kasus yang ditemukan pada anjing hanya 12 ekor. Di mana saat itu telah memeriksa 71 sampel otak anjing yang dicurigai berpotensi terjangkit virus anjing gila. Jumlah tersebut termasuk 12 sampel yang positif. Sementara untuk jumlah sampel yang positif tahun 2019 lalu mencapai 39 ekor. Jumlah itu bertambah dari tahun 2018 yang hanya 31 kasus.

Baca juga :  Pasien Usia 90 Tahun Sembuh dari Corona

Disinggung terkait upaya vaksinasi, Sarma menguraikan estimasi populasi anjing di Bangli sampai saat ini mencapai 59.346 ekor. Dari jumlah itu baru 17.813 ekor yang tervaksin. “Upaya menurunkan angka kasus bahkan supaya bisa tidak ada kasus sudah terus dilakukan seperti kegiatan vaksinasi. Jika sebelumnya sistemnya jemput bola dengan langsung mendatangi ke rumah warga, namun selama pandemi Covid-19 vaksinasi kami layani di balai desa masing-masing dengan tetap berpedoman pada prokes,” jelasnya.  (128)

Baca juga :  Besok, Vaksinasi Perdana di Klungkung

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini