Dewan Soroti Program Hibah Belum Merata di Bangli

picsart 09 22 07.06.14
Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Bangli, I Nengah Darsana.

Bangli, DENPOST.id

Banyaknya progran program hibah yang dikucurkan Pemkab Bangli, di tengah kondisi pandemi Covid-19 nyatanya belum mampu menyentuh masyarakat Bangli secara merata. Hal ini pun mendapat sorotan dari kalangan DPRD Bangli.

“Yang namanya hibah, lumayan banyak. Hanya saja untuk anggaran penanganan pandemi Covid-19 masih stagnan dan tidak ada peningkatan,” kata Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Bangli, I Nengah Darsana, Rabu (22/9/2021).

Disampaikannya, terkait hibah yang dimaksud, pihaknya melihat banyak hibah yang ditujukan kepada kelompok masyarakat tertentu saja yang katanya sebagai pengembangan visi misi bupati. “Intinya program politis lah. Program hibah itu, belum menyentuh menyeluruh ke masyarakat. Itu yang kemarin sempat kita soroti. Kita sempat pertanyakan konsep dasarnya program hibah itu seperti apa?. Kok ada yang dapat dan ada yang tidak,” bebernya.

Baca juga :  Begini Pemilahan Sampah di Desa Adat Penglipuran

Lantas tanggapan eksekutif? “Ya begitulah, diplomatis dan politis. Karena merupakan pengembangan program visi misi bupati,” ungkap politisi asal Banjar Langkaan, Pengotan ini.

Disinggung terkait APBD Perubahan 2021, prosesnya sudah dilakukan pembahasan hasil verifikasi dari Gubernur Bali. Meski demikian, pihaknya juga mengakui belum ada program penanganan Covid-19. Kata dia, seperti sebelumnya masih mengandalkan dana-dana yang umum dan rutin dari pusat. “Selama ini, kita menginginkan ada program terobosan untuk menekan secara langsung penyebaran Covid-19, dan jaring pengaman sosial, serta program untuk percepatan pemulihan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Baca juga :  Cegah Pemanfaatan Jalur Tikus, Pengelola Pariwisata di Kintamani Lakukan Ini

Karena itu, sejauh ini upaya penanganan Covid-19 masih bertumpu pada anggaran Bantuan Tak Terduga (BTT) yang nilainya sekitar Rp6 miliar. “Untuk program penanganan Covid-19, masih tetap seperti tahun-tahun sebelumnya. Itu dana dari pusat yang masuknya ke APBD. Boleh dibilang, hanya program umum untuk penanganan Covid-19,” pungkasnya. (128)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini