Prajurit TNI yang Ditembak KKB Berasal dari Jembrana

picsart 09 23 12.11.41
GUGUR - Keluarga di Jembrana memegang lukisan Pratu Ida Bagus Putu S. Bagus Putu S gugur diserang Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua, Selasa (21/9/2021) pagi lalu.

Negara, DENPOST.id

Pratu Ida Bagus Putu S, seorang prajurit TNI yang gugur diserang Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua, Selasa (21/9/2021) pagi lalu, berasal dari Kabupaten Jembrana. Ida Bagus Putu S yang akrab dipanggil Gus Onthi sejak kecil tinggal di Dusun Tungkul, Desa Hilir, Kecamatan Ngabang, Landak, Kalimantan Barat.
Namun keluarga asalnya dari Banjar Taman, Desa Batuagung, Kecamatan Jembrana, Jembrana.

Ida Bagus Kade Kartono (51) yang merupakan paman Gus Onthi, Rabu (22/9/2021) sore mengatakan, ayah Gus Onthi bernama Ida Bagus Ketut Sutelso (48).
Gus Kartono mengatakan dia mendengar kabar keponakannya meninggal dunia dari salah satu keluarga sepupunya.

Baca juga :  Covid-19 di Jembrana, Dua Pasien Meninggal Dunia

Dari kabar yang diterimanya itu, Gus Onthi meninggal setelah ditembak KKB saat bertugas mengawal proses evakuasi jenazah salah satu tenaga kesehatan (nakes) di Distrik Kiriwok, Kabupaten Pagunungan Bintang, Papua.

Diceritakannya, dia bersama sang adik yakni Ida Bagus Ketut Sutelso merantau ke Kalimantan Barat, sejak tahun 1992 lalu. Mereka sempat bekerja di sebuah hotel di Kalimantan Barat. “Hotelnya bangkrut, saya pulang ke Bali. Adik saya tetap merantau di Kalimantan Barat sehingga akhirnya menikah dengan warga asli Kalimantan Barat, Jero Sinta (nama setelah diupacarai sudhi wadani). Dari pernikahannya itu, punya anak dua semua laki-laki. Gus Onthi itu dan yang satu lagi kira-kira umurnya sekarang masih SMP,” kata Gus Kartono.

Baca juga :  Polisi Buru Pembobol Pura Dalem Dukuh Lukluk

Adiknya di Kalimantan pekerjaannya wiraswasta. “Mereka buka usaha warung makan,” ucap Gus Kartono.

Sementara terkait prosesi jenazah Gus Onthi, Gus Kartono mengaku sebenarnya ingin agar jenazah Gus Onthi langsung diabenkan di Jembrana.
Meskipun sudah tinggal di Kalimantan Barat, adiknya dipastikan masih termasuk sebagai krama di Desa Adat Batuagung, di mana untuk iuran suka-duka adiknya ditanggung olehnya.
Dari koordinasi terakhir, adiknya tetap memilih untuk melakukan prosesi jenazah anaknya di Kalimantan Barat, dan berencana menyusul dibuatkan upakara pengabenan di Jembrana.

Baca juga :  Di Buleleng, Satu Pasien Dalam Pengawasan Masuk Isolasi

Jika memang harus diadakan prosesi di Kalimantan Barat, Gus Kartono sebagai paman Gus Onthi, juga ingin paling tidak menggelar upakara Ngaben Watangan atau semacam pengabenan secara simbolis. Tetapi karena tidak memiliki biaya, dirinya sementara hanya bisa membuat banten soda untuk keponakannya itu. (120)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini