BADUNG TAK LAGI MAMPU BERI SERAGAM SEKOLAH GRATIS

picsart 09 23 04.29.50
Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Badung, I Made Mandi

Mangupura, DENPOST.id

Akibat keterbatasan anggaran, sepertinya program fenomenal Pemerintah Kabupaten Badung yakni pemberian seragam gratis bagi siswa SD dan SMP baru tidak bisa terlaksana tahun ini. Buktinya, sejumlah orangtua siswa sudah mulai membeli seragam sekolah pada tahun ajaran ini. Bahkan, informasi yang dihimpun DENPOST.id, Kamis (23/9/2021), pembelian baju seragam tersebut mencapai Rp 800 ribu lebih yang terdiri dari satu stel baju putih plus celana/rok, satu stel baju pramuka, satu stel kemeja endek print, satu stel baju olahraga, topi, dasi, rompi dan ikat pinggang.

Baca juga :  Gas Motor Nyantol, Kak Gaul Tewas Terlempar ke Sungai Ayung

Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Badung, I Made Mandi tak menampik hal tersebut. Pihaknya mengatakan bahwa sejatinya hal tersebut akibat pendapatan dari sektor pariwisata menurun akibat pandemi Covid-19. “Kami sudah mohon petunjuk kepada Bapak Bupati, seperti yang disampaikan kepada media sebelumnya, bahwa untuk sementara (tidak diberikan seragam gratis) sambil menyesuaikan kondisi keuangan di pemerintahan,” ujarnya.

Menurutnya, Pemkab Badung saat ini belum bisa memprediksi kondisi pariwisata. “Kami sedang melihat seperti apa kondisi pariwisata ke depannya,” ucapnya.

Mandi yang juga Sekretaris Disdikpora Badung ini mengaku sudah berkoordinasi dengan seluruh kepala sekolah terkait program yang ditunda tersebut. Kepala sekolah pun sudah dimintanya untuk memberikan sosialisasi kepada orangtua/wali siswa. “Kami sudah berkomunikasi dengan seluruh kepala sekolah agar disosialisasikan kepada orangtua. Agar orangtua dulu yang mempersiapkan, nantinya setelah kembali (kondisi membaik) kami akan siapkan seragam sebagai penggantilah istilahnya,” paparnya.

Baca juga :  Fraksi Golkar Badung Tak Hadiri Sidang Paripurna, Ini Alasannya

Lebih lanjut ia mengatakan, orangtua siswa sudah memaklumi. Mandi juga membenarkan saat ini program seragam gratis berhenti sementara. “Ya mau gimana lagi, tapi kalau nanti kami sudah bisa lakukan (memberikan seragam gratis) pasti akan kami lakukan. Karena Bapak Bupati juga upayakan supaya bisa membantu masyarakat. Sementara memang belum dapat, sambil terus berproses,” pungkasnya.

Sebelumnya, program seragam gratis di Badung ini ditujukan kepada siswa baru, baik dari SD dan SMP. Seragam tersebut hanya diberikan sekali saat memulai tahun ajaran baru. Pada tahun 2020, program seragam gratis ini menelan anggaran APBD Badung sebesar Rp 20 miliar lebih.(115)

Baca juga :  Tercecer, Warga Kurang Mampu di Kuta Dibantu PMI

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini