Jumlah Jenazah Terlantar di Sanglah Menurun

picsart 09 23 06.50.27
KREMATORIUM - Proses pemberangkatan jenazah terlantar ke krematorium.

Sumerta, DENPOST.id

Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah mengirim puluhan jenazah terlantar ke Krematorium Mumbul, Jimbaran, Badung untuk dikremasi, Kamis (23/9/2021). Jenazah ini umumnya tak ada yang mengakui.

Direktur POU RSUP Sanglah, dr. Ni Luh Darma Kerti Natih menerangkan kali ini jenazah yang dikremasi mencapai 25. Salah satu jenazah yang tersimpan paling lama, yakni sejak 2019. Uniknya, sejak dirawat hingga pemulasaran, jenazah tersebut menghabiskan biaya Rp2,6 miliar.

Baca juga :  Karangasem Tembus 1.000 Lebih Kasus Covid-19

“Cukup banyak juga kalau dihitung dari biaya perawatan sampai sekarang. Ini dana dari RS Sanglah, sekaligus menjadi CSR RS Sanglah,” terangnya.

Sebelumnya, RSUP Sanglah mengirim lebih banyak jenazah.
Namun, dengan adanya dukungan dari komunitas sosial yang membantu pengambilan jenazah-jenazah terlantar. “Salah satunya jika ada yang teridentifikasi beragama Islam, itu dari MUI berinisitif melalukan pemakaman,” terangnya.

Selain itu, ada komunitas lain yang berupaya menghubungi dan akhirnya pihak keluarga mengetahui dan mengambil jenazah. Atas dukungan itu, RSUP Sanglah memroses jenazah lebih sedikit dari sebelumnya 30 jenazah dalam setahun.

Baca juga :  Siang Ini, Dinkes Umumkan Hasil Pemeriksaan Terduga Corona

Dia menyebut proses pemulasaraan jenazah ini juga dukungan Dinas Sosial yang membiayai kremasi terhadap 25 jenazah tersebut. Dia juga berterimakasih kepada kepolisian yang sigap memastikan bahwa jenazah itu tidak terindikasi tindak kriminal.
Dia berharap semakin banyak komunitas yang membantu RSUP Sanglah dalam menangani jenazah terlantar. (106)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini