Dewan Desak Perbaikan Jalan Putus Tegalalang-Tambuku Jadi Prioritas

picsart 09 24 01.28.30
JALAN LINGKUNGAN - Kondisi jalan yang menghubungkan Lingkungan Tegallalang, Kelurahan Kawan, Kecamatan Bangli dengan Banjar Tambahan, Desa Jehem, Tembuku yang belum mendapatkan penanganan. DENPOST.id/dok

Bangli, DENPOST.id

Hampir setahun putusnya jalan yang menghubungkan Lingkungan Tegallalang, Kelurahan Kawan, Kecamatan Bangli dengan Banjar Tambahan, Desa Jehem, Tembuku, hingga kini belum juga mendapat penanganan. Hal ini tak luput mendapat atensi dari kalangan DPRD Bangli.

“Jalur tersebut adalah jalur alternatif terdekat menuju Kota Bangli. Kalau jalan ini tak kunjung diperbaiki sudah tentu akan mengganggu akses ekonomi masyarakat di kedua wilayah,” kata
Anggota DPRD Bangli I Wayan Wedana, Jumat (24/9/2021).

Anggota dewan dari Partai Keadilan Indonesia (PKPI) ini meminta agar perbaikan jalan putus ini menjadi prioritas di tahun 2022. Mengingat, jalan tersebut merupakan akses vital sebagai akases ekonomi masyarakat, baik di Lingungan Tagalalang maupun wilayah Tembuku.

Lanjut pria asal Lingkungan Kawan Bangli ini, sesuai fakta di lapangan, sebagian masyarakat di Lingkungan Tegalalang lahan garapannya ada di wilayah Tambahan, Tembuku. Saat jalan putus, warga yang hendak mengangkut hasil bumi sudah tentu harus memutar melalui Jehem.

Baca juga :  Ratusan WBP Narkoba Jalani Rehabilitasi di Lapastik

Begitu sebaliknya, warga di Desa Jehem saat hendak memasarkan hasil bumi ke Kota Bangli, tentunya mereka juga harus menempuh jalan memutar yang jaraknya sangat jauh, dan akan memerlukan biaya angkut lebih banyak. “Kita berharap agar Pemkab Bangli dalam hal ini Dinas PU agar menempatkan sekala prioritas. Menjadikan perbaikan jalan putus ini sebagai prio prioritas tentu ssebuah kewajaran, karena dilihat dari manfaat dan kemendesakan sudah memenuhi,” tegas pria yang juga menjabat Ketua DPK PKPI ini.

Baca juga :  BRI Lanjutkan Promosi UMKM Go Global Melalui ITPC di Kanada

Dimintai konfirmasi terpisah, Kadis PU Bangli, I Wayan Suastika, menyebutkan, pihaknya belum bisa mengambil perbaikan jalan tersebut di tahun 2021. Alasannya karena keterbatasan anggaran yang dimiliki pemerintah.

Kendati demikian, pihaknya mengaku telah mengusulkan perbaikan jalan tersebut ke Provinsi Bali maupun pusat. Sedangkan terkait anggaran, dijelaskan, untuk perbaikan jalan putus tersebut diperkirakan memerkukan anggaran Rp 1 miliar lebih. “Rencananya di lokasi kita akan membangun dua gorong-gorong. Hal ini untuk menghindari meluapnya air sungai saat musim hujan seperti yang terjadi beberapa waktu lalu,” jelasnya. (c/128)

Baca juga :  Kedua Paslon di Bangli Ngaku Siap Menang Siap Kalah

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini