Ditanya Soal Jalan Lingkar Selatan, Pemkab Badung Beri Jawaban Begini

picsart 09 24 02.50.41
JALAN LINGKAR - Pantai Muaya, Jimbaran yang biasanya ramai dikunjungi wisatawan sehingga perlu akses Jalan Lingkar untuk mengurai kemacetan.

Kutsel, DENPOST.id

Saat pengukuhan Bendesa Adat dan Prajuru Desa Adat Pecatu, Selasa (21/9/2021), Bendesa Adat Pecatu, Made Sumerta, sempat menyinggung tentang proses pembangunan Jalan Lingkar Selatan. Pihaknya berharap dan mendukung proyek ini bisa tuntas untuk mengatasi kemacetan di wilayah Pecatu.

Dimintai konfirmasi akan hal ini, Jumat (24/9/2021), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Badung, IB Surya Suamba, menyebutkan rencana pembangunan Jalan Lingkar Selatan kini sudah berada pada tahap Final Business Case (FBC).

Bagaimana dengan proses pembebasan lahannya? Terkait pembebasan lahan, diakuinya memang masih belum berjalan, khususnya pada Segmen II. “Kira-kira kalau hitungan dananya itu sekitar Rp 500 miliar. Untuk yang Segmen I sudah semua dibebaskan, Segmen II yang belum sama sekali. Juga nanti Segmen IV, tapi itu belakangan,” beber Kadis yang akrab disapa Gus Surya ini.

Secara keseluruhan, sambung Gus Surya, Jalan Lingkar Selatan dibagi ke dalam 4 Segmen. Di mana yang dikerjakan itu prioritas Segmen II dengan pertimbangan karena di sana sama sekali belum ada jalan.
Sedangkan untuk Segmen III sudah jalan nasional dan jalan kabupaten hanya nanti diperlukan ada pelebaran.
“Kemudian Segmen IV, itu nanti pelebarannya akan lebih banyak, karena jalannya masih sempit,” imbuhnya sembari menambahkan
untuk Segmen II, itu masuk di wilayah Ungasan melalui jalan menuju Bali Cliff. Kemudian setelah itu masuk ke Desa Pecatu.

Baca juga :  Turunnya Biaya Test PCR, Penumpang via Bandara Mulai Meningkat

Sebelumnya Sekda Badung, Wayan Adi Arnama, juga mengungkapkan kalau Pemerintah Kabupaten Badung memiliki komitmen kuat untuk segera mewujudkan Jalan Lingkar Selatan ini. Meski diakuinya tahap pembebasan lahan merupakan tantangan yang cukup berat untuk dihadapi dalam kondisi pandemi saat ini.
Dia mengungkapkan kalau rencana pembangunan Jalan Lingkar Selatan sedang berproses.

“Terus terang mohon maaf, dengan kondisi pandemi Covid ini, kondisi fiskal kita cukup berat. Salah satu yang menjadi kendala kita adalah pada posisi pembebasan lahan. Karena ketika kita masuk dalam rangka proyek Jalan Lingkar ini, walaupun dengan memakai sistem KPBU, tapi tetap tanah itu harus menjadi aset Pemerintah Kabupaten Badung. Ini yang menjadi persoalan baru buat kita,” katanya. (113)

Baca juga :  Karena Ini, Tradisi Mapeed Melasti dan Majalangu Ditiadakan di Desa Adat Tuban

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini