PMI Buleleng Bantu Korban Pohon Tumbang

picsart 09 24 03.15.19
BERI BANTUAN - Wabup Sutjidra saat memberikan bantuan kepada warga yang rumahnya tertimpa pohon tumbang di Kelurahan Penarukan Jumat (24/9/2021).

Singaraja, DENPOST.id

Angin kencang dan hujan yang terjadi pada Rabu (22/9/2021) mengakibatkan terjadinya pohon tumbang yang merusak salah satu rumah warga di Lingkungan Satria, Kelurahan Penarukan. Wakil Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Buleleng turun menyerahkan bantuan kepada pemilik rumah, Ketut Loka, Jumat (24/9/2021).

Melalui laporan yang diterima PMI, diketahui bahwa pohon tumbang sekitar pukul 15.30 wita. Pohon berdiameter sekitar 40 cm ini menimpa rumah Ketut Loka dan mengakibatkan kerugian materil yang ditaksir sebesar 15 juta rupiah.

Baca juga :  Polisi Telusuri DNA Ayah Biologis Bayi di Pantai Pemuteran

Sutjidra menjelaskan bahwa korban, Ketut Loka merupakan penerima bantuan PKH (Program Keluarga Harapan). Kediamannya, juga merupakan bantuan dari BSPS (Bantuan Stimulan perumahan swadaya). Ia menyatakan ke depan akan terus tanggap membantu masyarakat yang terkena musibah.

“Kami membawa bantuan selimut, tenda, sembako sehari-hari, mudah-mudahan kita bisa membantu lagi karena ini betul-betul memerlukan bantuan, dan harus diperhatikan,” ucapnya.

Sutjidra berharap, bantuan yang diberikan mampu meringankan beban keluarga korban beberapa waktu ke depan. Lebih lanjut, Sutjidra menyampaikan bahwa seluruh masyarakat harus berhati-hati dalam memasuki musim hujan, dengan cuaca yang tidak menentu. Dengan kondisi geografis Kabupaten Buleleng, musim penghujan menjadi perhatian serius, karena rawan bencana.

Baca juga :  Diduga Alami Seks Menyimpang, Akok Curi Celana Dalam Istri Orang

“Mengingat bahwa topografi Kabupaten Buleleng yang nyegara gunung pasti akan mudah terkena bencana, demikian juga sudah memasuki musim penghujan yang rawan banjir ataupun longsor. Selain itu dari pihak BMKG menyatakan bahwa sampai Bulan Februari masih cuaca tidak menentu,” ungkapnya.

Ia menyampaikan, ada beberapa kegiatan preventif bencana tidak bisa dilaksanakan maksimal selama pandemi. Seperti kegiatan gotong royong pembersihan aliran sungai. Namun, pemantauan khusus kepada masyarakat di daerah rawan terus dijalankan, apalagi selama musim penghujan.

Baca juga :  Enam Perempuan Maju Jadi Calon Perbekel

“Kita memantau dengan serius dan mengingatkan kepada masyarakat di setiap musim hujan begini pasti ada banjir longsor karena topografi kita yang nyegara gunung. Semua masyarakat harus hati-hati,” pungkasnya. (118)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini