Gubernur Koster Lantik Anggota KPID Bali

Gubernur Koster Lantik Anggota KPID Bali

Sumerta, DenPost.id

Gubernur Bali Wayan Koster mengajak anggota/komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah  (KPID) Bali agar berperan srategis di masa-masa transisi siaran analog ke digital.

Gubernur Koster menilai KPID Bali punya peran sangat strategis untuk mensosialisasi digitalisasi penyiaran ini, termasuk menyiarkan peluang dan tantangan yang dihadapi pemerintah bersama masyarakat Bali ke depan. Itu diungkap Koster usai melantik anggota KPID Bali masa bakti 2021-2024 di Gedung Gajah, Rumah Jabatan Gubernur, Jayasabha, Denpasar, pada Jumat (24/9/2021).

Dia menambahkan digitalisasi penyiaran alias peralihan dari siaran analog ke digital mampu memberikan dampak besar yang positif bagi dunia penyiaran di masa depan. Pertama: ada efisiensi penggunaan spektrum frekuensi untuk penyiaran dan kualitas teknis penyiaran dalam bentuk gambar yang diterima masyarakat menjadi lebih baik. “Ketiga: jumlah saluran televisi menjadi semakin banyak dan memungkinkan lebih banyak pilihan siaran televise, termasuk televisi lokal,” ujar pria asal Sembiran, Buleleng ini.

Gubernur Koster juga berharap agar KPID Bali dapat melakukan penguatan fungsi pengawasan siaran televisi dan radio, termasuk penguatan lembaga penyiaran lokal, dalam rangka optimalisasi konten siaran lokal sebagai implementasi sistem stasiun jaringan. “KPID sebagai regulator penyiaran, untuk ke depan harus membangun kerja sama dan sinergi dari berbagai pemangku kepentingan, baik pemerintah daerah, DPRD, organisasi keagamaan, organisasi sosial kemasyarakatan maupun organisasi yang lain, sebagai upaya mewujudkan konten siaran yang sehat untuk masyarakat,” jelasnya.

Baca juga :  Okupansi Hotel Terus Merosot, Denpasar Rancang Ini

KPID juga dapat mengarahkan lembaga penyiaran untuk lebih berperan-serta dalam menyukseskan agenda pembangunan di Provinsi Bali yang dituangkan dalam visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru.

Khusus untuk para komisioner yang baru dilantik, Gubernur Kostrer menekankan bahwa yang terpilih ini betul-betul hasil saringan dengan mengikuti seleksi yang ketat, berbasis kompetensi dan psikologi.  “Saya lama jadi guru dan seorang guru selalu jujur memberikan nilai kepada muridnya. Kalau nilai delapan, ya delapan. Kalau tujuh, ya tujuh. Tidak mungkin nilai lima, tiba-tiba jadi sepuluh atau sebaliknya yang sepuluh jadi lima. Jadi yang berbicara disini adalah hasil tes murni dari yang anda lakukan,” tegasnya.

Baca juga :  RSK "Serbu" Kantor Grab

Gubernru Koster menambahkan komisioner KPID Bali bisa lolos bukan karena ditolong siapa-siapa, tapi lolos karena memang mengikuti seleksi dan lolos hasil seleksi dengan nilai yang memenuhi syarat, diranking murni. ‘’Itu adalah kebiasaan saya sebagai dosen,” sambungnya.

Latar belakang seorang guru membuatnya  terbiasa objektif dalam penilaian. Hal tersebut juga diterapkan secara ketat, misalnya dalam pemilihan pejabat di lingkungan Pemprov Bali. “Jangankan selisih lima, selisih 0,5 saja saya nggak bisa ganti. Tetap berdasarkan nilai, dipertanggung jawabkan secara sekala-niskala.  Buang jauh-jauh pikiran yang terpilih dan tidak itu karena ada intervensi. Saya bertanggung jawab penuh (atas pemilihan anggota KPID),” beber Koster.

Untuk itu dia yakin mereka yang terpilih adalah orang-orang yang kompeten dan profesional. “Banyak tantangan yang kita hadapi berkaitan dengan lembaga penyiaran nasional maupun lokal. Supaya betul betul sesuai dengan kehidupan, alam, dan budaya Bali,” tambah Gubernur.

Baca juga :  Penjaga Rumah Kontrakan Ditemukan Membusuk di Kamar

Sesuai visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’, media penyiaran menjadi media pembelajaran, mencerdaskan masyaraka,t sekaligus membangun kehidupan masyarakat yang sehat dan berkualitas, serta tetap menerapkan nilai-nilai kehidupan yang beretika dan santun. Hal itu karena penyiaran ini memiliki fungsi nyata bagi bangsa dan negara.

Mereka yang masuk jajaran komisioner KPID Bali periode 2021-2024 yakni Ida Bagus Agung Ketut Ludra, Ida Bagus Gede Yogi Jenana Putra,  Ni Wayan Yudiartini, I Gede Agus Astapa, I Wayan Suyadnya, I Gusti Agung Gede Agung Widiana Kepakisan, dan I Nyoman Adi Sukerno.

Turut hadir dalam pelantikan tersebut, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Bali I Gede Indra Dewa Putra,  Kepala Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik Provinsi Bali Gede Pramana, dan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Bali, Ketut Lihadnyana. (wir)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini