Pelatihan E-Commerce, Pelaku UMKM Didorong Tingkatkan Digital Marketing

picsart 09 26 06.54.34
GELAR PELATIHAN - Anggota DPR RI Komisi VI, Nyoman Parta, didampingi perwakilan Deputi Bidang Usaha Mikro Kemenkop RI, Devy Virdaratu, menggandeng Kementerian Koperasi dan UKM RI menggelar pelatihan E-Commerce selama tiga hari mulai, Minggu (26/9/2021)

Gianyar, DENPOST.id

Sebanyak 30 orang pelaku usaha mikro di sektor ekonomi kreatif mendapat pelatihan E-Commerce yang difasilitasi Anggota DPR RI Komisi VI, Nyoman Parta, menggandeng Kementerian Koperasi dan UKM RI. Pelatihan berlangsung selama tiga hari mulai, Minggu (26/9/2021) hingga Selasa (28/9/2021) di Hotel Amatara Royal Ganesha Ubud, Ubud, Gianyar.

Melalui pelatihan ini, pelaku usaha mikro didorong untuk meningkatkan kemampuan digital marketing. 

Perwakilan Deputi Bidang Usaha Mikro Kemenkop RI, Devy Virdaratu mengatakan pelatihan ini sebagai upaya pemulihan ekonomi nasional, khususnya upaya peningkatan SDM bagi pelaku usaha mikro akibat pandemi Covid-19 yang berlangsung sampai saat ini. Tujuannya untuk meningkatkan kemampuan digital marketing guna memperluas segmen 

Pasar melalui e-Commerce. Selama tiga hari berbagai topik materi didapatkan para peserta. Mulai dari pemahaman dasar E-Commerce, infrastruktur, strategi dan implementasi mengkomunikasikan usaha, membuat grafis produk, narasi teks dan video pendek, serta membuat google bisnis, menamai maps lokasi usaha dan keterangannya. Selain itu, peserta juga diajarkan membuat akun fanspage, youtube dan media sosial lainnya.

Baca juga :  Di Tengah Pariwisata, Ubud Masih Punya ‘’Krama’’ Miskin

Para pelatih, yakni instruktur, bisnis dan konsultan Herlina Adisasmita, dan instruktur, media online dan digital marketing Gusti Agung Putu Gempa. “Pelaku usaha mikro di Bali, diharapkan dapat meningkatkan usaha dan perdagangannya melalui e-commerce,” jelas Devy Virdaratu.

Puluhan pelaku usaha selama pelatihan juga memamerkan barang-barang prouk mereka dari berbagai produk usaha. Mulai dari kuliner olahan yang sudah dikemas dan awet, seperti manisan jahe, cemilan dari ikan, kue, kukis, minuman serbuk jahe merah, produk herbal olahan, dupa, kerajinan lampu hias, pakaian, topi hingga minuman wine (Anggur).

Baca juga :  Persiapan Zona Hijau, Tujuh Desa di Bangli Disasar Vaksinasi

Produk kerajinan tangan dan furniture, seperti anyaman rotan, ukiran kayu, kerajinan perak,  sandal dari anyaman rotan, kaca tiup hingga furniture dari metal. Produk tekstil dan fashion, seperti tas dari bahan kulit, tenun, aksesoris gelang dan eco printing. Produk kecantikan dan kesehatan misalnya sabun alami untuk kecantikan dan serbuk minuman herbal hingga produk pertanian dan peternakan berupa buah dan sayuran (panenpa) hingga pupuk dan pakan ternak organik.

Baca juga :  Dua Pasien Virus Corona Meninggal Dunia

Sementara Anggota DPR RI Komisi VI, Nyoman Parta mengatakan dalam situasi Covid-19, UMKM sulit untuk menjual barang produk mereka. Dalam situasi Covid-19 sekarang ini, masih bisa berjualan namun dengan memanfaatkan teknologi e-Commerce. Perdagangan dengan elektrik ini bisa berjualan diseluruh Indonesia, bahkan hingga keluar negeri.

Hadir dalam pelatihan tersebut, Kadis Koperasi dan UKM Gianyar, I Wayan Arsana. (116)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini