PTM Belum Dibuka, Dana Minta Ortu Bersabar

picsart 09 19 03.28.20
Bupati Karangasem, I Gede Dana.

Amlapura, DENPOST.id

Sejumlah kabupaten di Bali mulai melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM). Namun, di Kabupaten Karangasem hingga kini pembukaan PTM masih terus dikaji. Meski beberapa pekan telah berstatus zona risiko rendah Covid-19, banyak pertimbangan yang masih dipertimbangkab Pemerintah Kabupaten Karangasem.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Karangasem, I Gede Dana. Dimintai konfirmasi, Senin (27/9/2021) ia mengatakan belum ada waktu pasti kapan PTM di Karangasem akan dimulai. “Mohon bersabar, masih kami kaji dahulu. Jika sudah pasti akan kami sampaikan waktunya, ” ujarnya. Dana mememinta, saat ini agar pihak sekolah memaksimalkan pembelajaran dalam jaringan (daring).

Baca juga :  Begini Kondisi Tiga Ruang Belajar SDN 2 Pertima

Sembari menunggu dibuka kembali sekolah, ia mengimbau kepada siswa dan orangtua siswa agar tetap menjaga kesehatan. Utamanya tetap menerapkan protokol kesehatan. Dengan demikian, akan membantu pemerintah untuk segera membuka PTM. “Seluruh pihak agar tetap menjaga prokes, sehingga dapat menekan lonjakan kasus, ” imbuhnya.

Jika nanti sekolah telah dibuka, Dana mengatakanpengawasan tak hanya dilakukan oleh pihak sekolah. Namun juga akan melibatkan orangtua siswa. Dari berangkat sekolah hingga sampai di sekolah, penerapan prokes akan terus ditekankan. Karenanya dalam hal ini, pemerintah memerlukan peran orangtua sebagai pengawas prokes. “Nanti agar bersama-sama mengawasi protokol kesehatannya. Agar anak-anak selamat, tetap sehat, ” harapnya.

Baca juga :  Karangasem Potensial Kembangkan Wisata Alam

Sementara itu, salah satu wali siswa asal Desa Seraya, Karangasem, Komang Juli, terus berharap pemerintah dapat segera membuka PTM. Ia menuturkan sistem pembelajaran daring membuat banyak siswa enggan belajar. “Jika belajar dari rumah sangat sulit disuruh untuk belajar. Kadang ada juga orangtua yang mengerjakan tugas anaknya, karena anaknya sama sekali tak bisa dan tak mau mengerjakan. Di satu sisi pihak sekolah terus menuntut untuk mengumpulkan, ” paparnya. Dengan diselenggarakan PTM dengan menerapkan prokes ketat, ia berharap akan ada semangat baru bagi siswa untuk mau belajar. (yun)

Baca juga :  Di Karangasem, Harga Cabai Tembus Rp 100 Ribu

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini