Jika Belum Siap, Sekolah Jangan Paksakan PTM

Jika Belum Siap, Sekolah Jangan Paksakan PTM
TINJAU - Kadisdik meninjau pelaksanaan Assesment Nasional Berbasis Komputer di SMKN 3 Denpasar, sekaligus meninjau kesiapan PTM.

Sumerta, DENPOST.id

Penularan Covid-19 masih potensial terjadi di mana saja, termasuk dalam aktivitas Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang rencananya dimulai 1 Oktober mendatang. Mengantisipasi hal tersebut, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali telah menyiasati dengan beragam kebijakan yang pada intinya menjunjung tinggi kedisiplinan penerapan prokes.

Bahkan, bagi sekolah yang belum siap dengan penerapan prokes dan aturan lainnya, disarankan tidak menggelar PTM. Itu dikatakan Kadisdikpora Provinsi Bali, I Ketut Ngurah Boy Jayawibawa, Senin (27/9/2021).

Baca juga :  Suka Duka Petugas di Gilimanuk, Lelah Kerap Tercoreng Akibat Ulah Oknum

“Jika sekolah belum siap, jangan memaksakan diri untuk melaksanakan PTM terbatas, sehingga proses belajar mengajar tetap dilaksanakan dengan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh),” ujarnya via daring.

Melalui koordinasi internal, dia mengimbau agar persiapan PTM harus dirancang dengan matang. Penerapan prokes di sekolah dimintanya harus ketat, konsisten dan komitmen dari warga sekolah yakni kepala sekolah, guru, komite, siswa, dan orangtua siswa. “Tim satgas di sekolah-sekolah harus difungsikan dengan baik,” sambungnya.

Baca juga :  Guru Yoga Asal Rusia Panen Ganja Setiap Tiga Bulan

Saat ini, sejumlah sekolah di Bali dari jenjang SD, SMP, SMA, SMK dan SLB telah melakukan uji coba PTM. Namun rata-rata sekolah akan melaksanakan PTM pada Oktober mendatang.

Sebab saat ini jenjang SD pada akhir September ini masih fokus melakukan Assesment Nasional bagi guru dan siswa. “Secara prinsip, penerapan PTM di Bali tidak ada kendala,” tutup Boy. (106)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini