Proyek Rehab Sekolah Disoroti, Dewan Segera Turun Cek Fisik

Proyek Rehab Sekolah Disoroti, Dewan Segera Turun Cek Fisik
REHAB - Proyek rehab sekolah di salah satu SD di Kecamatan Mendoyo.

Negara, DENPOST.id

Proyek rehab sekolah dari  Dana Alokasi Khusus (DAK)  kini masih dalam tahap pengerjaan. Proyek rehab sekolah ini sebelumnya menerapkan sistem lelang untuk rekanan. Total dana proyek rehab sekolah ini senilai Rp 30 miliar.

Sekolah yang mendapat bantuan pembangunan fisik merupakan sekolah dengan kategori kerusakan berat dan sedang. DAK tahun ini menyasar 77 sekolah, terdiri dari 31 paket SMP dan 46 paket SD. Baik itu untuk ruang kelas, toilet dan perpustakaan, termasuk pengadaan mebeler.

Dari informasi saat tender sejumlah paket dimenangkan dengan penurunan harga yang cukup rendah. Rata-rata  pemenang tender menawar dengan harga 20 persen lebih rendah dari pagu yang ditetapkan. Terutama yang paket dengan nilai miliaran rupiah, penawaran bahkan ada yang turun hingga 26 persen.

Dengan penurunan yang mencapai 26 persen tersebut dikhawatirkan akan menurunkan kualitas bangunan.  Apalagi lebih banyak rehab yang dilakukan merupakan rehab berat baik ruang kelas, ruang guru, ruang perpustakaan dan lain-lain.

Baca juga :  Kasus Gigitan Anjing Rabies di Jembrana Bertambah

Sementara dari pihak sekolah  tidak bisa ikut campur, lantaran proses dan pengerjaan sudah ditentukan dari Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Dikpora) dengan menyerahkan pekerjaan pada rekanan profesional di bidang konstruksi.

Tetapi di beberapa sekolah, diakui ada perubahan dari rencana awal rehabilitasi. Misalnya untuk atap, di awal ada rencana penggantian seluruh kap baja dan menaikkan bangunan, tetapi setelah ada pemenang tender, rencana berubah.  Struktur kap baja ringan tidak semua diganti dan ada beberapa tembok tidak dinaikkan.

Baca juga :  Lakukan 3.000 Lebih Rapid Test di Gilimanuk, 11 Orang Terindikasi Positif

Salah seorang pengurus sekolah negeri di Jembrana mengatakan, kini semua sudah penuh dilakukan rekanan. “Berbeda dulu secara swakelola. Dan rata-rata dilakukan paket beberapa sekolah yang diperbaiki satu rekanan,” terangnya.

Dia berharap pengawasan proyek rehab ini harus optimal. Apalagi gedung yang direhabilitasi dengan status rusak berat maupun rusak sedang ini nantinya dipergunakan untuk kegiatan sekolah, sehingga jangan sampai membahayakan kegiatan belajar-mengajar siswa maupun guru.

Baca juga :  Oknum Polisi “One Million” Divonis Bersalah, Ini Hukumannya

Ketua Komisi III DPRD Jembrana, I Dewa Putu Mertayasa, Senin (27/9/2021) mengaku menerima WA atau informasi terkait proyek rehab sekolah ini. “Komisi akan segera melaksanakan sidak dan pemantauan. Mungkin setelah tanggal 1 Oktober. Kami kemarin melakukan pemantauan proyek irigasi. Nanti akan monitor proyek sekolah,” katanya.

Terkait pengawasan dari legislative, dia mengatakan sudah terus dilakukan. Baik itu berkaitan dengan DAK Pendidikan maupun DAK di Dinas Pekerjaan Umum ataupun pertanian. (120)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini