Bupati Bangli Sampaikan Rancangan APBD Bangli Tahun 2022

Bupati Bangli Sampaikan Rancangan APBD Bangli Tahun 2022
RANCANGAN APBD - Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta menyerahkan Rancangan APBD Tahun 2022 pada Ketua DPRD Bangli Ketut Suastika. DENPOST.id/ist

Bangli, DENPOST.id

Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, menyampaikan Rancangan APBD Kabupaten Bangli Tahun 2022, dalam Sidang Paripurna DPRD Bangli di Ruang Krisna Setda Kabupaten Bangli, Senin (27/9/2021). Rancangan APBD Kabupaten Bangli ini dirancang mengalami defisit sebesar Rp 87 miliar lebih.

Sidang dipimpin Ketua DPRD Bangli, I Ketut Suastika, didampingi Wakil Ketua Komang Carles dan Nyoman Budiada. Dalam pidato pengantar nota keuangan, Sedana Arta menyampaikan, pendapatan daerah dirancang sebesar Rp 1,3 triliun lebih. Sumbernya dari PAD sebesar Rp 127 miliar yang berasal dari penerimaan pajak sebesar Rp 17 miliar, retribusi daerah Rp 21 miliar, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan sebesar Rp 5 miliar dan kain-lain PAD yang sah sebesar Rp 83 miliar.

Baca juga :  Menteri BUMN dan BRI Dukung Produksi Padi Model Bisnis Klaster & Penggunaan Teknologi Modern

Berikutnya pendapatan transfer dirancang Rp 1,1 triliun yang berasal dari transfer pemerintah pusat Rp 1 triliun lebih dan transfer antardaerah sebesar Rp 100 miliar lebih. Lain-lain pendapatan yang sah dirancang sebesar Rp 32 miliar yang bersumber dari dana hibah dari pemerintah pusat.

Sedangkan rincian belanja daerah secara umum dirancang mencapai Rp 1,3 triliun. Belanja daerah ini, kata Sedana Arta, akan dialokasikan untuk belanja operasi sebesar Rp 849 miliar, terdiri dari belanja pegawai Rp 510 miliar, belanja barang dan jasa Rp 320 miliar, belanja bunga Rp 4 miliar, belanja hibah Rp 13 miliar dan belanja bantuan sosial Rp 261 juta. Berikutnya untuk belanja modal sebesar Rp 370 miliar, belanja tak terduga Rp 5 miliar serta belanja transfer Rp 168 miliar terdiri dari belanja bagi hasil Rp 3 miliar dan belanja bantuan keuangan sebesar Rp 164 miliar. “Belanja daerah ini, sebagian besar diarahkan untuk memberi dukungan yang lebih besar terhadap pelaksanaan pembangunan yang sangat mendesak dan segera untuk mendapatkan  penyelesaian sebagai yang tertuang dalam RPJMD dan RKPD Bangli 2022,” ungkapnya.

Baca juga :  Siapkan Dua Tempat Isolasi Terpusat, OTG Berkeliaran Dijemput Paksa

Di bidang pendidikan, lanjut Sedana Arta, melalui pembangunan sarana dan prasarana pendidikan sekaligus fasilitas pendukungnya. Di bidang kesehatan salah satunya untuk melanjutkan pembangunan Gedung RSU Bangli. Di bidang infrastruktur tetap dilakukan pembangunan infrastruktur jalan, irigasi dan sanitasi. Terkait fasilitas pelayanan publik juga dilakukan pembangunan Pasar Singamandhawa, finishing pembangunan Gedung DPRD dan pengadaan lahan dalam angka persiapan Pembangunan Pusat Olahraga Bangli.

Baca juga :  Lima Tahun Jadi Agen BRILink, Farida Hayati Mampu Kuliahkan Anak dan Berangkat Umrah

Lebih lanjut, terkait penerimaan pembiayaan daerah dirancang sebesar Rp 92 miliar yang bersumber dari sisa lebih Perhitungan Anggaran Tahun Sebelumnya dan Penerimaan Pinjaman Daerah. Pengeluaran Pembiayaan Daerah dirancang Rp 4 miliar yang dialokasikan untuk penyertaan modal daerah. “Sehingga dari komposisi tersebut, kalau kita bandingkan antaran jumlah pendapatan dan jumlah belanja, maka posisi Rancangan APBD Bangli tahun 2022 dirancang defisit sebesar Rp 87 miliar lebih,” jelasnya.

Disampaikan pula, tema pembangunan Bangli sesuai RKPD tahun 2022 adalah “Peningkatan Daya Saing Daerah Melalui Peningkatan Pelayanan Dasar, Perekonomian dan Kualitas Infrastruktur yang Berwawasan Lingkungan Dengan Didukung Pemerintahan yang Efektif dan Efisien”. (c/128)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini