Bupati Klungkung Ingatkan Konsultan Tak Asal Kerja

picsart 09 27 06.38.15
MONEV PROYEK - Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, saat melakukan monev sejumlah proyek fisik di Klungkung daratan, Senin (27/9/2021).

Semarapura, DENPOST.id

Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, bersama tim turun melakukan monitoring dan evaluasi (monev) pelaksanaan proyek fisik yang ada di Klungkung daratan, Senin (27/9/2021). Dari 11 proyek fisik yang dimonev, Suwirta melihat masih ada bangunan yang dibuat seperti zaman “dodol”.

Oleh karena itu, bupati meminta pihak konsultan jangan asal kerja, melainkan dapat memberikan masukan.

Kondisi ini, disampaikan Suwirta ketika melakukan monev proyek rehabilitasi ruang kelas SMPN 3 Semarapura, dan rehabilitasi Kantor Administrasi UPTD SPNF SKB Klungkung. Apalagi untuk di SMPN 3 Semarapura, bupati melihat kerangka plafonnya menggunakan kayu. Padahal plafonnya menggunakan bahan gypsum.

“Saya sudah katakan harusnya kalau pakai gypsum temannya besi hollow. Jadi, saya sudah minta pak Kadis PUPR untuk memberikan peringatan,” ujar Suwirta.

Baca juga :  Insentif Nakes Covid-19 di Klungkung Baru Cair Agustus 2020

Menurut bupati asal Ceningan, Nusa Penida ini, persoalan itu sebenarnya bukan masalah bangunan selesai atau tidak. Tapi dia meminta agar dalam membangun atau rehab perencanaannya dibuat sangat matang dan mengikuti perkembangan zaman. Jangan sampai nanti setelah bangunan dipasang AC, ventilasinya lagi ditutup plastik.

“Jadi, kedepan saya berharap para konsultan tolong kerja lebih baik lagi. Harusnya ada komunikasi dua arah dengan pengguna anggaran di dinas. Bahkan harusnya konsultan memberikan masukan. Pak ini zaman sudah begini, harusnya begini. Saya lihat ini bangunan zaman sekarang, masak bangunan zaman sekarang begini, ini seperti zaman dodol,” katanya.

Baca juga :  Sidak Prokes, Satu Orang Ditemukan Gunakan Masker Tidak Benar

Kondisi sama juga terlihatdi pembangunan ruang guru dan rehabilitasi ruang kelas SDN 1 Bumbungan. Didampingi Kadis Pendidikan, Ketut Sujana; Kadis PUPR, Made Jati Laksana, dan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan, Dewa Putu Geriawan, Suwirta menyoroti kondisi kusen di sekolah yang masih menggunakan bahan lama.

Sementara konsultan pengawas, Made Sunada berdalih kusen kayu yang lapuk tersebut akan segera diganti. Karena sesuai perencanaan, kusen-kusen yang rusak memang akan diganti. Namun, tidak semuanya. “Bagian-bagian yang rusak saja diganti. Karena itu sudah ada diperencanaan,” kilahnya. (119)

Baca juga :  Lumba-lumba "Hidung Botol" Ditemukan Mati di Tanjung Benoa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini