Kebocoran di TPI Pengambengan Capai Rp 500 Juta Per Tahun

Kebocoran di TPI Pengambengan Capai Rp 500 Juta Per Tahun
DIBENAHI - Sistem penimbangan ikan di TPI Pengambengan diminta dibenahi dan disiplin petugas ditingkatkan untuk menekan kebocoran.

Negara, DENPOST.id

Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pengambengan, Kecamatan Negara, Jembrana merupakan salah satu sumber pendapatan daerah Jembrana. Target pendapatan di TPI Rp 1,8 miliar setahun. Namun menurut Kadis Kelautan, Perikanan dan Perhubungan Jembrana, Made Dwi Maharimbawa, saat pertemuan dengan para nelayan di PPN Pengambengan, Selasa (28/9/2021) mengatakan, target yang dicapai hanya Rp 1,1 miliar. Sementara kebocoran diduga mencapai Rp 500 juta.

Untuk menyikapi berbagai permasalahan di TPI Pengambengan, Bupati Jembrana, I Nengah Tamba, yang juga hadir dalam pertemuan tersebut mengatakan, sistem di TPI agar diubah sehingga pendapatan bisa lebih maksimal. Target pendapatan juga bisa tercapai dan ditingkatkan.

Baca juga :  TPA Culik Terbakar, Damkar Imbau Waspada Bakar Sampah

“Tadi kami sudah bertemu dengan para nelayan. Banyak hal dan masalah disampaikan. Jadi nanti pelan-pelan kita benahi dan menselaraskan semuanya. Tidak ada yang tidak dibayar. Namun karena di sini terlalu ramai sehingga potensi kenakalan itu pasti ada dan ini perlu dikaji, sehingga kebocoran-kebocoran bisa dihindari. Di sini juga menjadi pusat tenaga kerja dan bisa menyerap ribuan tenaga kerja,” kata Tamba.

Target pendapatan katanya nanti akan dinaikkan dan jika berjalan baik pendapatan bisa bertambah 100 persen. Demikian juga disiplin petugas penimbangan harus ditingkatkan. “Pencatatan juga harus diawasi. Jangan sampai ada permainan. Semestinya 25 ton tercatat 17 ton. Jadi langkah pertama yang perlu dilakukan adalah pembenahan dan disiplin,” katanya.

Baca juga :  Polisi Bongkar Prostitusi yang Libatkan Perempuan Asal Uzbekistan

Tamba juga mengancam akan memecat petugas yang ketahuan nakal. “Kita benahi dulu di penimbangan karena nanti pelabuhan akan direvitalisasi menjadi pelabuhan modern. Namun nanti jika ada revitalisasi bukan berarti tukang panol kehilangan pekerjaan. Mereka tetap bekerja. Intinya kami ingin PAD Jembrana meningkat dengan berbagai pembenahan,” tandasnya.

Untuk diketahui, kapal yang beroperasi di Jembrana sebanyak 2.750 kapal. Sedangkan nelayan kecil terpusat di Kecamatan  Jembrana dan Negara  sebanyak 2.630 unit. (120)

Baca juga :  Palinggih Tertimpa Tanah Longsor

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini