Tim Pora Denpasar Kembali Data WNA

picsart 09 28 08.17.51
DATA WNA - Tim Pora Denpasar, saat melakukan pendataan WNA di wilayah Desa Pemogan, Denpasar Selatan, Selasa (28/9/2021).

Denpasar, DENPOST.id

Tim Pengawasan Orang Asing (Pora) terus aktif melakukan monitoring dan pengawasan terhadap keberadaan warga negara asing (WNA) di Kota Denpasar. Hal ini dilakukan untuk mewujudkan ketertiban administrasi, kenyamanan dan keamanan di masyarakat.

Monitoring diawali dengan melakukan pendataan jumlah WNA di Desa Pemogan, Selasa (28/9/2021).

Kasubbid Penanganan Konflik Kesbangpol Kota Denpasar, I Wayan Putra menyampaikan pendataan ini dilakukan untuk mewujudkan kenyamanan dan ketertiban di masyarakat. Pendataan dilakukan juga untuk memberikan edukasi kepada WNA tentang pentingnya tertib administrasi.

Wayan Putra menambahkan, keberadaan WNA di Kota Denpasar tidak semuanya disiplin mentaati aturan. Untuk itu, pengawasan terhadap WNA melibatkan tim terpadu mulai dari Imigrasi, kepolisian, Dinas Capil, BIN, Dinas Perijinan, Dinas Tenaga Kerja dan Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan.

Baca juga :  29 Orang Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Denpasar

Pengawasan terhadap WNA telah dituangkan dalam UU 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah yang diberikan kewenangan untuk melakukan pengawasan yang juga telah dituangkan dalam Permendagari dan SK Walikota. Selain itu juga mengacu pada UU No. 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

“Untuk kegiatan dan aktivitas WNA di wilayah Kota Denpasar menjadi pengawasan pemerintah daerah dan harus tunduk terhadap peraturan pemerintah daerah, namun demikian jika ada WNA yang melakukan tindak pidana maka menjadi ranah kepolisian untuk menindaklanjuti. Rekomendasi dari pemerintah daerah dan kepolisian dapat menjadi rujukan pihak Imigrasi melakukan deportasi bagi WNA yang membandel dan melanggar peraturan,” ujar Wayan Putra.

Baca juga :  Pemicu Kebakaran yang Tewaskan Nurul Akhirnya Terungkap

Sementara I Dewa Ketut Sugiarta dari pihak Imigrasi menyampaikan, pengawasan orang asing harus dilakukan secara humanis. Hal ini, untuk menjaga citra Bali di mata Internasional. Oleh karena itu, pihak aparatur desa dalam melakukan pendataan harus menggunakan pendekatan humanis.

Perbekel Desa Pemogan, I Made Suwirya menyampaikan jumlah WNA pada tahun 2021 di Desa Pemogan berjumlah 78 orang. Dengan sistem pendataan dari kaling kemudian disampaikan ke kantor desa. (112)

Baca juga :  Pemilik Warung Ditemukan Tewas, Diduga Dibantai

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini