Lindungi Produk Garam Tradisional, Gubernur Koster Berlakukan SE

picsart 09 28 08.19.38
SE GUBERNUR - Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, mendampingi Gubernur Bali, I Wayan Koster dalam pencanangan pemberlakuan Surat Edaran (SE) Gubernur Nomor 17 tahun 2021, di Dusun Suka Darma, Desa Tejakula, Kecamatan Tejakula, Selasa (28/9/2021).

Singaraja, DENPOST.id

Dalam upaya perlindungan produk garam tradisional lokal Bali, khusunya di Kabupaten Buleleng agar tetap terjaga kualitasnya, Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, bersama Wakil Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra, dan Ketua DPRD Kabupaten Buleleng, Gede Supriatna, mendampingi Gubernur Bali, I Wayan Koster, dalam acara pencanangan pemberlakuan Surat Edaran (SE) Gubernur Nomor 17 tahun 2021 tentang Pemanfaatan Produk Garam Tradisional Lokal Bali, di Dusun Suka Darma, Desa Tejakula, Kecamatan Tejakula, Selasa (28/9/2021).

Baca juga :  Pembangunan Tiga Jembatan Ditargetkan Rampung Desember 2021

Pada kesempatan itu, Gubernur Koster dalam sambutannya mengatakan SE Gubernur ini supaya kedepannya para petani garam yang terdapat di wilayah pesisir pantai dapat mengembangkan produk garam lokal Bali yang higienis, berkualitas tinggi dan memiliki cita rasa yang khas, sehingga sudah terbukti aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat Bali secara turun temurun, serta telah dipasarkan secara nasional maupun internasional melalui media dan marketplace.

Baca juga :  133 Warga Binaan Lapas Kelas II B Singaraja Terima Remisi

“Pemerintah dan masyarakat Bali harus berkomitmen sumberdaya lokal dengan berperan aktif untuk melindungi, melestarikan, memberdayakan dan memanfaatkan produk garam tradisional lokal Bali yang nantinya salah satunya dapat mengembangkan perekonomian di Bali,” ucap Koster.

Maka dari itu, Koster mengajak masyarakat Bali khususnya yang bekerja sebagai pelaku usaha makanan di Bali, agar menggunakan produk garam tradisional lokal Bali. (118)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini