Lokasi Jalan Lingkar Kuta Selatan akan Bergeser, Bendesa Pecatu Ngaku Setuju

Lokasi Jalan Lingkar Kuta Selatan akan Bergeser, Bendesa Pecatu Ngaku Setuju
KONSULTASI - Konsultasi publik terhadap Rancangan Peraturan Bupati Badung tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) di wilayah Kecamatan Kuta Selatan 2021—2041, di Kantor Camat Kutsel, Selasa (28/9/2021).

Kutsel, DENPOST.id

Pembangunan Jalan Lingkar Selatan yang sebelumnya direncanakan berada di tebing pinggir pantai, kini dirancang agak ke dalam. Utamanya di titik kawasan Desa Ungasan dan Pecatu. Hal ini berkaitan dengan rencana perubahan RDTR Kuta Selatan.

Diminta komentarnya akan hal ini, Bendesa Adat Pecatu, yang juga anggota DPRD Badung, Made Sumerta justru menyambut baik rencana tersebut. Dia mengaku sangat setuju jika titik jalan lingkar yang berada di pinggir pantai digeser agak ke dalam. Alasannya, jika di tebing pinggir pantai akan menghalangi panorama yang ada. Apalagi pantai di wilayah Kuta Selatan merupakan maskot daya tarik wisata.

Baca juga :  Cegah Covid-19 Mewabah DPRD Bali, Lakukan Ini di Sading

“Jika di pinggir pantai ada jalan lingkar, hal itu berpotensi menghilangkan daya tarik pantai itu sendiri. Masyarakat memang berharap agar titik jalan di pinggir pantai itu bisa digeser, astungkara itu bisa dilakukan,” paparnya, Rabu (29/9/2021).

Sayangnya dia mengaku belum tahu secara persis ke titik mana pemindahan dilakukan, karena sejauh ini belum ada sosialisasi. “Kami harap agar titik yang dimaksud bisa diperjelas, dengan demikian masyarakat juga mengetahui jika lahan mereka ada yang terkena rencana pembangunan jalan lingkar ini,” sarannya.

Baca juga :  Pantau Posko Gotong-royong, Suiasa Tekankan Ini

Sebelumnya Kadis PUPR Badung, IB Surya Suamba, saat ditemui seusai konsultasi publik terhadap Rancangan Peraturan Bupati Badung tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) di wilayah Kecamatan Kuta Selatan 2021—2041, Selasa (28/9/2021) mengakui memang terjadi perubahan terkait RDTR Kuta Selatan.

Perubahan RDTR ini, kata dia, dilakukan terkait UU Cipta Kerja, yang mana ketentuan terdahulu menyangkut RDTR Kuta Selatan belum mengikuti ketentuan kemudahan investasi yang diamanatkan dengan UU Omnibuslaw itu.

Adapun salah satu yang mengalami perubahan adalah terkait jalan Jalan Lingkar Kuta Selatan. Dalam konsultasi tersebut, sambung dia, hal yang menjadi point penting pembahasan adalah terkait rencana jalan lingkar Kuta Selatan di ruas titik wilayah Desa Ungasan sampai ke Pecatu. Sebelumnya, jalan sepanjang 5 Km pada titik dua desa tersebut direncanakan berada di pinggir pantai dan digeser ke tengah desa.

Baca juga :  Untuk Ini, Belasan Pintu Masuk Pantai Kuta Ditutup Permanen

“Hal ini juga sesuai dengan masukan dan permintaan dari masyarakat. Jadi kita masukkan ke dalam RDTR yang baru. Jadi ke depan tinggal pembebasan lahan,” bebernya. Dengan pergeseran itu, nantinya akan ada pembebasan lahan di titik tersebut yang diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp 500 miliar. (113).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini