Situs Diperkirakan Jaman Kerajaan Ditemukan di Bakas

picsart 09 29 07.26.01
CEK SITUS - Wakil Bupati Klungkung, Made Kasta, saat mengecek situs purbakala yang ada di Desa Bakas, Kecamatan Banjarangkan, Rabu (29/9/2021).

Semarapura, DENPOST.id

Tak salah, Kabupaten Klungkung dikenal sebagai pusat kerajaan di Bali. Banyak situs ditemukan di sejumlah wilayah ini, seperti halnya di Desa Bakas, Kecamatan Banjarangkan.

Ada situs diduga jaman kerajaan ditemukan di kawasan Bukit Merajan, Banjar Kawan, Desa Bakas. Keberadaan situs inipun sempat ditinjau Wakil Bupati Klungkung, Made Kasta, Rabu (29/9/2021).

Didampingi Perbekel Bakas, Wayan Murdana, dan Anggota DPRD, Wayan Widiana, Wabup Kasta dengan jalan kaki menyusuri persawahan untuk mencapai lokasi situs. Terlebih lokasi situs berada sekitar 300 meter dari pemukiman warga.

Baca juga :  Efek Virus Corona, Kunjungan Turis ke Nusa Penida Anjlok

Saat tiba di lokasi, Wabup Kasta langsung mengecek situs yang terdapat belasan lingga dan batu-batuan tersebut. “Situs ini sebenarnya sudah lama ditemukan warga. Tapi baru tanggal 21 September lalu dilaporkan secara resmi ke pihak desa,” ungkap Perbekel Bakas, Wayan Murdana, di lokasi.

Tidak ada yang tahu kapan pastinya situs tersebut dibangun. Namun, Murdana memperkirakan situs itu peninggalan jaman Kerajaan Klungkung, dan erat kaitannya dengan Griya Bakas. Apalagi di sisi timur lokasi di Tegal Wangi, ada Pura Tirta Harum dan di utaranya ada Pura Dukuh Siladri yang ada kaitannya dengan Kerajaan Nyalian.

Baca juga :  PTM di Klungkung Tunggu Izin Provinsi, Aplikasi Peduli Lindungi Akan Diterapkan di Sekolah

“Menurut cerita orang tua, dulunya di sini Griya Bakas. Karena ada pediksan di Griya Gede Bakas, kemudian pihak keluarga melakukan pakeling ke sini,” ungkapnya.

Sejauh ini memang belum ada penelitian terkait situs ini. Tapi sudah ada warga yang membersihkan dan ngaturang banten di lokasi situs. Apalagi di sekitar situs, tidak hanya ditemukan belasan batu lingga, namun juga batu berukuran besar yang diperkirakan untuk menampung air atau cubang.

Baca juga :  PPKM Darurat Dinilai Bikin Destinasi Wisata Sekarat

Sementara Wabup Kasta menjelaskan dalam situs itu, terdapat 14 lingga. Ia pun meminta dinas terkait dalam hal ini Dinas Kebudayaan untuk melakukan kajian terhadap situs itu, dan pelestariannya. Apalagi dari kaca mata spritual, Wabup Kasta yang juga sebagai penekun spritual ini mendapat pawasik untuk datang pada malam hari jika ingin tahu keberadaan situs tersebut. (119)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini