Tahun 2022, Harga Mobil Listrik Diprediksi Tak Lampaui Rp 400 Juta

Tahun 2022, Harga Mobil Listrik Diprediksi Tak Lampaui Rp 400 Juta
Manager Sub Bidang Strategi Pemasaran PLN UID Bali, Oscar Praditya

Sanur, DENPOST.id

Pandemi Covid-19 membuat investasi motor listrik di Bali tertahan. Dibanding Jakarta yang pertumbuhan invetasinya mencapai 46 persen, capaian Bali relatif rendah. Kondisi itu diterangkan Manager Sub Bidang Strategi Pemasaran PLN UID Bali, Oscar Praditya, saat temu media pada Rabu (29/9/2021) di Sanur, Denpasar.

“Beberapa investor sementara menunda, mengingat Covid-19. Misalnya salah satu taksi ya. Mereka investasinya tertahan dulu memang pangsa pasarnya berkurang,” ungkapnya yang saat itu didampingi Manager Komunikasi PLN UI Bali, Made Arya.

Baca juga :  Prospektus Right Issue Diterbitkan, BRI Optimistis Investor dan Pasar Menyambut Antusias

Namun menurutnya, para investor sangat antusias menyambut teknologi baru ini. Seiring dengan melandainya pandemi di Bali, ia menilai akan ada pergerakan di tahun 2022 mendatang.

Karena pada tahun depan akan terjadi penurunan harga mobil listrik, yang disebabkan sejumlah merk telah memiliki pabrik di Indonesia. Sebut saja Hyundai yang telah membangun pabrik di Karawang, begitu juga Wuling.

Mobil-mobil buatan China ini akan masuk dan bersaing dengan tawaran harga yang lebih murah, atau di bawah Rp 400 juta. “Tahun depan harga lebih murah dari tahun sekarang,” katanya.

Baca juga :  Positif Covid-19 Bertambah, Enam Imported Case dan Dua Transmisi Lokal

Meski saat ini gairah masyarakat mengenakan kendaraan listrik di Bali relatif rendah, PLN berupaya tetap konsisten menghadirkan stasiun pengisian daya. Pada tahun 2021 ini, akan ada 10 SPKTU baru di Bali. Pembangunannya akan bekerjasama dengan pihak swasta. Dengan layanan itu diharapkan pemakian kendaraam listrik semakin masif. (106)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini