Sembunyikan SS, Oknum Staf Kementerian Agama RI Diringkus

Sembunyikan SS, Oknum Staf Kementerian Agama RI Diringkus
DIRINGKUS - Handayana diringkus bersama teman wanitanya, Ni Putu Eka Septya Dewi, di Jalan Siwa Banjar Dajan Peken, Mengwi, Sabtu (18/9/2021).

Mengwi, DENPOST.id

Seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS), Handayana, ditangkap polisi lantaran mengonsumsi sabu-sabu (SS). Pria asal Desa Mengwi, Badung itu diringkus bersama teman wanitanya, Ni Putu Eka Septya Dewi di Jalan Siwa Banjar Dajan Peken, Mengwi, Sabtu (18/9/2021) sekitar pukul 12.00 siang.

Menurut Kasat Resnarkoba Polres Badung, IPTU Budi Artama, tersangka yang merupakan staf di Kementerian Agama RI itu menyembunyikan SS dan alat isapnya di atas rumput samping pura di Banjar Dajan Peken, Desa Mengwi, Badung. “Kami masih dalami mengapa tersangka menyembunyikan barang bukti narkoba di samping pura,” terangnya, Kamis (30/9/2021).

Baca juga :  Kadiskes Ingatkan Orang Sehat Berpotensi Tularkan Covid-19

Terungkapnya kasus peredaran narkoba itu, berawal dari informasi masyarakat. Kemudian petugas Opsnal Satuan Reserse Narkoba Polres Badung melakukan penyelidikan. Pada Sabtu siang, tersangka dan teman wanitanya ditangkap di rumahnya. “Mereka ini bukan suami istri. Tersangka sudah bercerai dengan istrinya,” kata Budi.

Saat digeledah, petugas tidak menemukan barang bukti di tubuh keduanya. Kemudian petugas memeriksa handphone tersangka Eka Septya Dewi. Dan, akhirnya diketahui percakapan tersangka dengan bandarnya. “Tersangka mengaku sebagai pengguna narkoba dan sempat mengambil tempelan narkoba,” ucapnya.

Baca juga :  Pria Asal Banyuwangi Ditemukan Meninggal di Kamar Kos

Kemudian petugas menginterogasi kedua tersangka. Mereka mengaku barang bukti tersebut sudah diambil dan disembunyikan di atas rumput di samping pura Banjar Dajan Peken, Desa Mengwi. “Kami menemukan satu plastik klip yang di dalamnya berisi SS. Selanjutnya, para tersangka digiring ke kosannya di dekat pura. Dan kembali ditemukan bukti lainnya, yakni alat isap atau bong dan korek api gas yang diduga digunakan mengkonsumsi SS,” beber Budi.

Baca juga :  Minta Destinasi Alam Terbuka Segera Dibuka, APPMB Surati Kemenparekraf

Menurut para tersangka, SS tersebut akan diberikan ke temannya bernama Made. Mereka berdalih hanya membelikan SS itu dari seorang bandar bernama Gus Edi, seorang napi di dalam lapas dengan harga Rp  350.000. “Kami masih dalami keterangan tersangka,” pungkasnya. (124)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini