Polisi Tetapkan Satu Tersangka Dalam Kasus Pembacokan di Sading

Polisi Tetapkan Satu Tersangka Dalam Kasus Pembacokan di Sading
AMANKAN - Aparat kepolisian mengamankan tersangka Pak Ega di Mapolres Badung.

Mengwi, DENPOST.id

Penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Badung menetapkan satu orang tersangka dalam kasus penganiayaan di Banjar Puseh, Sading, Mengwi, Badung, pada Selasa (28/9/2021) malam lalu. Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi menetapkan I Wayan Armita alias Pak Ega (51) sebagai tersangka kasus pennganiayaan terhadap korban I Made Oka Suyasa.

Menurut informasi, korban diduga menjadi pemicu peristiwa penganiayaan yang dialaminya. Korban juga disebut-sebut merupakan residivis kasus narkoba. “Warga sekitar enggan menceritakan tentang perilaku korban. Warga takut, sebab korban diketahui temperamental,” ucap seorang sumber petugas, Kamis (30/9/2021).

Kapolres Badung, AKBP Leo Dedy Defretes, didampingi Kasat Reskrim, AKP I Putu Ika Prabawa, mengatakan, korban masih menjalani perawatan di rumah sakit. Sementara hasil pemeriksaan saksi-saksi dan olah tempat kejadian perkara, pihaknya menetapkan satu orang tersangka yakni Pak Ega karena terbukti melakukan pembacokan berkali-kali. “Kalau teman tersangka yang juga ada di TKP, yakni I Komang Bayu alias Mang Jagapati masih menjadi saksi. Dia belum terbukti melakukan pembacokan,” terangnya, saat menggelar rilis di Mapolres Badung.

Baca juga :  Tim SAR Temukan Dua WNA yang Tersesat di Hutan Selumbung

Ditanya kemungkinan korban juga bisa menjadi tersangka karena lebih dulu menyerang tersangka dengan linggis, Dedy mengaku masih melakukan pendalaman, mengingat korban masih dirawat intensif di rumah sakit. “Jika merasa membela diri (tersangka), dia bisa melaporkan korban dan memberikan pembelaan nanti,” bebernya.

Dilanjutkannya, peristiwa penganiayaan menggunakan senjata tajam jenis golok tersebut terjadi di Banjar Puseh, Sading, Mengwi, Badung, Selasa (28/9/2021) sekitar pukul 21.00. Dedy mengatakan, awalnya I Wayan Armita alias Pak Ega (51) sedang main biliard dengan temannya I Komang Bayu alias Mang Jagapati (34). Sekitar pukul 17.00, Mang Jagapati memberitahu Pak Ega bahwa dirinya telah dikirimi pesan WhatsApp oleh korban. “Dalam pesan itu, korban menanyakan maksud dari status yang dibuat oleh Mang Jagapati. Usai kirim pesan, korban lantas menelepon dan kembali menanyakan maksud dan tujuan status yang dibuat Mang Jagapati,” ujarnya.

Baca juga :  NTB Tutup Penyeberangan Fastboat, Ini yang Terjadi di Padang Bai

Kemudian Mang Jagapati bermaksud meluruskan dan meminta maaf dengan cara mendatangi rumah korban. Hanya saja, sampai di depan gang rumah korban, kedua pelaku melihat korban sudah membawa dua linggis. Kemudian pelaku memukul Mang Jagapati dan mengenai tangan kanannya. “Selanjutnya, pelaku Pak Ega lari ke rumahnya yang berjarak kurang lebih 50 meter dari TKP. Dia lantas mengambil golok serta pisau kecil dan menuju TKP,” ucap Dedy.

Baca juga :  Larangan Mengonsumi Mikol Dinilai Tak Cocok di Bali

Setibanya di lokasi, korban memukul Pak Ega menggunakan linggis. Dan pukulan itu, mengenai pelipis kiri pelaku hingga terluka. Karena emosi, Pak Ega langsung membacok korban secara membabi buta, dan korban melarikan diri menuju jalan raya.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami sejumlah luka-luka. Dia kemudian dilarikan ke RSUD Mangusada Badung. (124)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini