PTM, Ruang Kelas Siswa SDN 4 Klumpu Disekat

picsart 09 30 07.30.18
SIDAK SD - Wabup Klungkung, Made Kasta, bersama tim melakukan sidak di SDN 4 Klumpu, Nusa Penida, Kamis (30/9/2021)

Semarapura, DENPOST.id

Pemkab Klungkung mulai memperbaiki sejumlah sekolah yang rusak di wilayah Nusa Penida. Hanya saja, ada sekolah yang direhab tidak sampai finishing. Seperti terlihat di SDN 4 Klumpu, dengan anggaran Rp299 juta, temboknya tidak diplester dan lantainya hanya dirabat.

Bahkan karena gedungnya direhab, ruangan kelas juga terpaksa disekat manjadi dua agar siswa dapat mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM).

Rehabilitasi ruang kelas SDN 4 Klumpu, sempat disidak Wakil Bupati Klungkung, Made Kasta bersama tim monitoring dan evaluasi (monev) pembangunan daerah, Kamis (30/9/2021).

Saat itu, Wabup Kasta melihat proyek rehab ruang kelas SDN 4 Klumpu belum sampai pemasangan atap. Kerangka baja yang dipakai masih dirakit dan berserakan di halaman sekolah.

Baca juga :  25 Pasien Dinyatakan Sembuh Covid-19 di Buleleng

Namun, yang membuat Wabup Kasta terkejut, rehab ruang kelas SDN 4 Klumpu yang nilai kontraknya sekitar Rp299 juta tidak sampai finishing, sehingga ia meminta Dinas Pendidikan kedepan kembali menyusun penganggaran untuk penyelesain ruang kelas di SDN 4 Klumpu pada tahun 2022.

“Kami khawatir, nanti siswa belajar di kelas yang belum jadi seperti itu dapat mengurangi kenyamanan mereka belajar. Jadi, saya minta Dinas Pendidikan untuk bisa menindaklanjutinya tahun depan,” ungkap Wabup Kasta.

Baca juga :  Harga Tanah di Eks Galian C Dipatok Rp 22,5 Juta Per Are

Sementara Kepala SDN 4 Klumpu, Gede Muka mengatakan rehab ruang kelas di sekolahnya awalnya akan dituntaskan pada tahun 2023. Tapi karena kondisi ruang kelas mengalami rusak berat, maka pihaknya mengusulkan agar segera diperbaiki. Apalagi bangunan sekolah tersebut dibangun sejak tahun 1983.

Diapun mengakui selama rehab, ada ruang kelas yang disekat menggunakan triplek agar siswa bisa melakukan pembelajaran tatap muka. “Siswa kami sebenarnya tidak banyak. Hanya 71 orang dari kelas I sampai kelas VI. Dan waktunya juga kami atur ada kelas pagi dan siang,” ungkapnya. (119)

Baca juga :  Pratima Terkubur di Klungkung Milik Pengempon Pura di Kuta

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini