Jumat, PTM di Badung Dimulai

picsart 09 30 07.30.43
SIMULASI PTM - Simulasi PTM di SDN 2 Pecatu, beberapa waktu lalu.

Mangupura, DENPOST.id

Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kabupaten Badung dilaksanakan secara serentak, Jumat (1/10/2021). Seluruh siswa mulai dari PAUD/TK, SD dan SMP akan memulai pelajaran sejak pukul 07.30 Wita.

Pelaksanaan PTM ini juga telah disesuaikan dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri, Surat Edaran Gubernur Bali, dan Surat Edaran Bupati Badung.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Badung, I Made Mandi mengatakan PTM akan digelar secara serentak di seluruh Kabupaten Badung. Tentunya pelaksanaan PTM ini hanya diperbolehkan dengan kapasitas 50 persen. “Mulai besok (Jumat-red) seluruh siswa sudah dizinkan mengikuti PTM, batas maksimal untuk SD dan SMP 50 persen, sementara untuk PAUD/TK maksimal 33 persen dari keseluruhan siswa,” ujar Mandi, Kamis (30/9/2021).

Menurutnya, pelaksanaan PTM ini sudah mengacu kepada SKB empat Menteri no 04/KB/2020, Surat Edaran Gubernur Bali Nomor B.31.420/76560/DIKPORA tahun 2021, dan Surat Edaran Bupati Badung Nomor 420/3734/SETDA tahun 2021. Dari ketentuan tersebut, Disdikpora Badung juga telah menerbitkan petunjuk teknis terkait pelaksanaan PTM.

Baca juga :  Bangkai Lumba-lumba dan Penyu Terdampar Bersama Sampah Kiriman

“Sesuai dengan SKB empat menteri pelaksanaan PTM dilaksanakan secara terbatas dimulai dari pukul 07.30 Wita. Untuk PAUD itu, selama satu jam, SD satu jam 45 menit dan SMP dua jam,” ungkapnya.

Sekretaris Disdikpora ini juga menjelaskan, dalam satu rombongan belajar akan dibagi menjadi dua kelompok sesi pembelajaran. Kemudian setiap sesinya akan diberikan waktu selama satu jam untuk jeda. “Waktu satu jam ini digunakan untuk mensterilkan ruangan, nanti di sana akan disemprot terlebih dahulu. Selain itu, persiapan protokol kesehatan juga dilakukan pada waktu jeda,” jelasnya.

Baca juga :  Terjebak Pasang, Seorang Wisatawan Terkurung di Batu Karang

Lebih lanjut mandi menambahkan untuk mata pelajaran siswa juga telah diatur. Pembelajaran yang diadakan di kelas hanya pemberian materi saja. Kemudian untuk pembelajaran yang sifatnya praktek akan digelar secara daring.

“Seperti pelajaran seni budaya dan prakarya, serta pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan (PJOK) itu, ada dua pembelajaran secara teori di kelas atau PTM, untuk prakteknya dilaksanakan secara daring,” terangnya. (115)

Baca juga :  Tak Seperti Denpasar, Badung Hanya Liburkan Kelas 7 dan 8

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini