Pastikan Tak Ada Celah Penyebaran Covid-19, Sekda Buleleng Tinjau Kesiapan PTMT

picsart 10 03 01.06.56
PTMT - Sekda Gede Suyasa saat meninjau kesiapan PTMT di SMP Negeri 1 Singaraja.

SEJUMLAH wilayah di Bali sudah kembali membuka aktivitas belajar-mengajar melalui Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) sejak 1 Oktober 2021. Hal ini disambut gembira sebagian besar siswa, orangtua/wali murid dan para guru. Wajar saja publik begitu antusias menyambut PTMT ini. Bagaimana tidak, lebih dari 1,5 tahun para siswa hanya mengikuti pembelajaran dalam jaringan (daring). Kebosanan pasti menghinggapi para peserta didik, guru dan wali murid. Pasalnya interaksi mereka hanya terjadi di dunia maya. Karenanya begitu PTMP diizinkan dilaksanakan, semua pihak langsung menyiapkan segala sesuatunya, khususnya yang berkaitan dengan protokol kesehatan (prokes).

Meski belum semua kabupaten melakukan PTMT, namun segala persiapan dimantapkan sekolah-sekolah yang akan melaksanakan PTMT agar proses belajar-mengajar berjalan nyaman dan aman. Sepertiyang dilakukan beberapa sekolah di Kabupaten Buleleng.

Untuk memastikan tidak ada celah penyebaran Covid-19 saat PTMT berlangsung, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa, meninjau langsung kesiapan protokol kesehatan (prokes) dan penerapan aplikasi PeduliLindungi di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Singaraja.

Baca juga :  Giri Prasta Wacanakan Bangun RS Layanan Tanpa Kelas

“Saya lihat di SMPN 1 Singaraja ini persiapan sudah dilakukan. Protokol kesehatan (Prokes) sudah disiapkan sesuai dengan jumlah siswa yang akan melakukan PTMT. Tetapi karena sekolah ini akan melakukan Asesmen Nasional (AN) sampai hari kamis depan, maka hari Jumat baru bisa mulai,” kata Suyasa, Minggu (3/10/2021).

Sebelum PTMT dimulai, Suyasa menegaskan agar penerapan aplikasi PeduliLindungi sudah dilakukan. Dalam pantauannya, SMPN 1 Singaraja sudah terdaftar dalam sistem PeduliLindungi. Namun saat ini masih menunggu QR Code yang sedang disiapkan oleh Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Kominfosanti) Kabupaten Buleleng.

“Saya tegaskan disini, aplikasi peduli lindungi agar sudah digunakan sebelum PTMT dimulai, sehingga nanti pada saat PTMT dimulai, prokes sudah berjalan sesuai dengan standar yang berlaku,” tegas Suyasa.

Selain penerapan peduli lindungi, kesiapan prokesnya dinilai sudah baik. Seperti yang dilihat pada ruangan kelas, meja siswa sudah disiapkan lengkap dengan pembatas akrilik. “Persiapan sudah dilakukan dengan baik. Tinggal sekarang pengawasan saat PTMT dimulai saja. Tentu memang semua persiapan itu harus dijalankan, diawasi dan dikontrol oleh sekolah maupun oleh manajemen sekolah. Ini untuk memastikan tidak ada celah penularan Covid-19, sehingga PTMT nantinya bisa berjalan baik tanpa menimbulkan klaster lagi,” imbuhnya.

Baca juga :  13 Pasien Sembuh dan 30 Orang Terkonfirmasi Baru Covid-19

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng, Made Astika, memaparkan, untuk pembelajaran khusus SMP se-Buleleng baik itu negeri maupun swasta dimulai pada 8 Oktober 2021. Selain itu, untuk jenjang PAUD, SMA dan SMK seluruhnya sudah bisa mulai PTMT pada 4 Oktober 2021.

“Sementara untuk jenjang SD dan Satuan Pendidikan di wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia belum seluruhnya bisa melakukan PTMT. Dikarenakan masih terdapat guru dan pegawai yang belum divaksin dan belum mencapai angka 75 persen. SD yang sudah bisa melakukan PTMT ada 464 dan satuan Pendidikan di wilayah Kemenag RI sejumlah 57,” paparnya.

Kepala SMPN 1 Singaraja, Ni Putu Karnadhi, menjelaskan, penerapan prokes dimulai dari siswa memasuki pintu gerbang. Para siswa yang sudah dipastikan memakai masker atau pelindung wajah akan langsung diarahkan cuci tangan, kemudian dilakukan scan pada kartu pelajar siswa yang dikalungkan. “Di sana akan terlihat data siswa, termasuk suhu tubuh dan vaksin. Nanti hasilnya itu akan masuk langsung ke web sekolah, dan bisa dilihat oleh orangtua siswa,” terangnya.

Baca juga :  Antisipasi Kedatangan Arus Balik, Puskesmas Buleleng I Jadi Rujukan Rapid Test Gratis

Selain itu, waktu masuk dan pulang siswa juga sudah diatur. Siswa yang masuk pertama dijadwalkan mulai pada pukul 7.30 Wita. Kemudian lanjut waktu masuk siswa pukul 7.40 Wita. Begitu seterusnya, dengan batas waktu masuk 10 menit per kelas, sehingga pertemuan siswa antarkelas itu bisa dibatasi.

“Nanti pulang juga begitu, yang datang paling awal tentu pulang lebih awal. Orangtua murid juga sudah tau standar operasional kita. Jadi 10 menit sebelum pulang wali kelas sudah memberikan info di grup whatsapp, sehingga murid tidak terlalu lama menunggu untuk menghindari kerumunan saat pulang sekolah,” pungkasnya. (bin/suryaningsih)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini